JAKARTA (gokepri) – Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyatakan mengalami kerugian hingga ratusan triliun rupiah akibat investasi yang batal dan keluar dari kawasan industri. Hal ini disebabkan oleh premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas).
“Kalau dihitung semuanya, ‘ngitungnya bukan cuma yang keluar, tapi yang nggak jadi masuk juga. Itu bisa ratusan T (triliun rupiah),” kata Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar, Kamis (5/2/2025).
Menurutnya, ormas tersebut menyebabkan gangguan keamanan karena masuk ke kawasan industri untuk demonstrasi. Sanny menyebut ormas tersebut biasanya meminta diikutsertakan dalam proses pembangunan ataupun aktivitas pabrik.
“Yang mereka ingin itu adalah supaya yang terkait dengan pabrik, selalu ya, dia kan butuh transportasi, *catering* atau apa, ingin beli ini, beli itu, mau bangun perluasan pabriknya atau apa, mereka itu minta diserahkan ke mereka,” kata Sanny.
Sanny mengatakan beberapa investor sudah mengirimkan surat langsung kepada Presiden Joko Widodo terkait premanisme ormas. “Beberapa investor akhirnya nulis surat langsung ke Presiden,” ujarnya. Wilayah yang sering terjadi premanisme ormas berada di Bekasi, Karawang, Jawa Timur, dan Batam.
Lebih lanjut, Sanny meminta jaminan keamanan kepada pemerintah, mengingat beberapa kawasan industri merupakan objek vital nasional. “Modusnya memang gitu, mereka melakukan unjuk rasa dan segala macam untuk menutup kawasan. Sehingga pabrik-pabrik itu nggak bisa keluar, barang-barang nggak bisa masuk, bahan baku nggak bisa masuk, barang jadi nggak bisa keluar,” kata Sanny.
Selain itu, ia mencontohkan ada salah satu ormas yang sudah melakukan penyegelan pabrik di kawasan industri. “Kalau lihat fotonya tahulah, bajunya loreng-loreng dan segala macam. Ini yang nyegel bukan polisi, ini ormas. Jadi sudah sampai segitunya,” kata Sanny. ANTARA
Baca Juga: KEK Batam dan KEK Johor-Singapura Berlomba Tawarkan Insentif Investasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







