Prabowo: VKTR Harus Sejajar Hyundai dan Isuzu

Peresmian pabrik vktr
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto (dua kanan) saat meninjau bus listrik Transjakarta di pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden

Pabrik di Magelang dibuka, pemerintah bidik penghematan subsidi BBM hingga US$5 miliar dari elektrifikasi bus dan truk.

JAKARTA (gokepri) — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. di Magelang, Kamis, 9 April 2026. Fasilitas ini ditargetkan memproduksi 3.000 unit bus dan truk listrik per tahun.

Pemerintah menilai pengembangan kendaraan listrik komersial dapat menekan subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga US$5 miliar per tahun jika seluruh armada beralih ke listrik.

HBRL

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Investasi Avtur Nabati

Prabowo berharap VKTR tumbuh menjadi pemain utama industri kendaraan listrik nasional. Ia menyebut perusahaan itu berpotensi menjadi “national champion” yang mampu bersaing dengan produsen global.

“Kalau Jepang punya Isuzu dan Hino, Korea punya Hyundai, kita harus punya champion sendiri,” ujar Prabowo saat peresmian.

Komisaris Utama VKTR Anindya Bakrie mengatakan kapasitas produksi awal pabrik mencapai 3.000 unit per tahun dan masih bisa ditingkatkan hingga 10.000 unit.

Menurut dia, kapasitas itu sejalan dengan besarnya pasar domestik. Saat ini, jumlah bus di Indonesia diperkirakan mencapai 280 ribu unit, sedangkan truk sekitar 6,5 juta unit.

Anindya menilai peralihan kendaraan komersial ke listrik akan memberi dampak besar, terutama karena kendaraan ini digunakan secara massal. Ia mencontohkan bus listrik Transjakarta yang telah dioperasikan VKTR.

“Sekitar 150 unit sudah berjalan dan melayani jutaan penumpang dalam dua tahun,” ujarnya.

Selain efisiensi biaya operasional, penggunaan bus dan truk listrik dinilai dapat menekan emisi di sektor transportasi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang polusi terbesar.

Meski demikian, percepatan adopsi kendaraan listrik masih menghadapi tantangan, mulai dari kebutuhan infrastruktur pengisian daya hingga investasi awal yang relatif tinggi.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti penggunaan nama-nama gunung Indonesia untuk seri kendaraan VKTR, seperti Tidar dan Lokon. Ia menilai identitas lokal tersebut mencerminkan semangat nasionalisme dalam industri.

“Ini harus didukung,” kata Prabowo. BISNIS.COM

Baca Juga: Chery Siap Kucurkan Rp5,2 Triliun untuk Jadikan Indonesia Basis Produksi Mobil Listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait