Pemerintah Siapkan Investasi Avtur Nabati

Avtur nabati
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden

Pemerintah menyiapkan investasi besar untuk membangun kilang pengolahan bahan bakar nabati demi mengejar swasembada energi.

JAKARTA (gokepri) – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan investasi besar untuk mengolah kelapa sawit dan jelantah menjadi bahan bakar pesawat. Langkah ini bertujuan mengejar swasembada energi di tengah ketidakpastian global.

Rencana tersebut mencuat saat Prabowo meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik komersial di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026. Ia menegaskan bahwa ketersediaan sawit yang melimpah menjadi modal kuat Indonesia memproduksi avtur secara mandiri.

HBRL

Baca Juga: Avtur Naik, Biaya Penerbangan Haji Bisa Tembus Rp50 Juta

Tak hanya sawit, pemerintah melirik potensi minyak goreng bekas atau jelantah sebagai bahan baku. “Avtur nanti dari jelantah, dari limbah sisa minyak goreng. Kita olah menjadi energi,” ujar Prabowo di hadapan para tamu undangan.

Guna mewujudkan ambisi tersebut, pemerintah segera membangun sejumlah pusat pengolahan atau kilang (refinery) di titik-titik strategis. Investasi skala besar bakal mengalir ke sektor ini untuk memastikan transisi energi berjalan cepat dan masif.

Sehari sebelumnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Prabowo mengungkapkan bahwa krisis dunia akibat perang justru menjadi peluang bagi Indonesia. Ia memandang percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai kunci ketahanan nasional yang tidak bisa ditawar lagi.

Eksplorasi energi ini menyasar berbagai kekayaan alam domestik. Selain avtur nabati, Presiden mendorong pengembangan biofuel dari singkong dan jagung guna menggantikan ketergantungan pada impor solar serta bensin.

“Kita punya kekuatan dari batu bara, singkong, hingga jagung untuk menghasilkan bahan bakar,” ucap Prabowo optimistis. Pemanfaatan sumber daya lokal ini diproyeksikan mampu memangkas beban devisa akibat impor BBM yang terus membengkak.

Prabowo meyakini fondasi ekonomi Indonesia cukup tangguh menghadapi gangguan pasokan energi global. Dengan sumber energi mandiri, posisi tawar Indonesia di kancah internasional diharapkan semakin solid sekaligus melindungi rakyat dari gejolak harga energi dunia. ANTARA

Baca Juga: Tertekan Harga Avtur dan Kurs, Tarif Tiket Pesawat Diusulkan Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait