Potensi Besar, Batam Jadi Hub Data Center

Pusat data indonesia
Ilustras data center atau pusat data. Foto: Getty Images

JAKARTA (gokepri) – Pemerintah memfokuskan pembangunan pusat data di Kota Batam. Langkah ini diambil karena Batam dinilai memiliki posisi strategis untuk pengembangan infrastruktur digital.

Deputi Bidang Teknologi Informasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Ricky Kusmayadi, menyampaikan bahwa Batam dijadikan fokus antara lain karena posisinya secara geografis strategis. “Dekat dengan area luar, dalam hal ini Singapura,” kata Ricky di Jakarta, Kamis (15/5).

Pemilihan Batam sebagai lokasi utama pembangunan pusat data juga merupakan bagian dari upaya pemerataan investasi. “Harapannya tidak hanya melulu di daerah Jawa,” ujar Ricky. Ia menegaskan pentingnya penyebaran pertumbuhan investasi di luar Jawa.

HBRL

Pertumbuhan infrastruktur pusat data di Asia Tenggara diproyeksikan bisa tumbuh sampai 200 persen, lebih cepat dari rata-rata global. Menurut Ricky, hal itu didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital melalui adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan, cloud, media sosial, dan perniagaan elektronik.

Indonesia dinilai dapat menjadi pendorong penting pertumbuhan pusat data dengan kapasitas pusat data yang diproyeksikan mencapai 936 megawatt pada 2028 atau tumbuh lebih dari 210 persen dari 430 megawatt pada saat ini. Ricky menekankan faktor pendukung pertumbuhan ini: “Tingkat permintaan yang tinggi, konektivitas, AI readiness yang baik, biaya energi, serta lahan yang terjangkau mendukung pertumbuhan pusat data di Indonesia,” papar dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Mira Tayyiba, menambahkan Indonesia punya potensi strategis menjadi tujuan investasi di bidang infrastruktur digital, termasuk pusat data. Pasar domestik ekonomi digital yang besar dan tingkat penetrasi internet yang tinggi di Indonesia bisa mendatangkan keuntungan dalam investasi pusat data. Selain itu, ia juga menyebutkan potensi sumber daya untuk menghasilkan listrik 207 gigawatt dari tenaga surya dan 29 gigawatt dari panas bumi guna mendukung pengembangan pusat data yang berkelanjutan. ANTARA

ANTARA

Baca Juga: BP Batam Dukung Penuh Investasi Data Center Singtel-NeutraDC

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait