BATAM (gokepri) – PT PLN Batam menambah pembangkit baru untuk sistem kelistrikan di Kepulauan Riau. Anak usaha PLN itu menandatangani kontrak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam #1 berkapasitas 120 megawatt di Kabil. Proyek ini diharapkan memperkuat pasokan listrik industri dan rumah tangga yang terus meningkat di Batam.
Penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dilakukan antara PLN Batam dan konsorsium pelaksana yang terdiri atas PT PP (Persero) Tbk, PT Atamora Tehnik Makmur, dan PT Sinergi Pratama Sukses. Acara berlangsung di Kantor Unit Bisnis Batam Energy System (UB BES) PLN Batam di Jakarta, dihadiri jajaran direksi, komisaris, serta mitra proyek.
Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan proyek ini merupakan lanjutan dari kesepakatan pembiayaan melalui skema Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) yang diteken sehari sebelumnya bersama konsorsium lembaga keuangan syariah, termasuk Bank Maybank Indonesia, CIMB Niaga, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
“Proyek ini langkah besar membangun sistem energi yang tangguh dan efisien di Batam. Dengan dukungan mitra keuangan dan pelaksana proyek, kami optimistis PLTGU Batam #1 akan menjadi proyek percontohan nasional,” ujar Kwin Fo, Sabtu (18/10).
Pembangkit baru ini akan menggunakan teknologi combined cycle, menggabungkan dua turbin gas, dua Heat Recovery Steam Generator, dan satu turbin uap. Sistem tersebut mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menekan emisi karbon.
PLTGU Batam #1 akan dibangun mulai tahun ini dan ditargetkan beroperasi pada September 2028. Konsorsium pelaksana proyek menegaskan komitmennya menjalankan pekerjaan dengan standar tertinggi dalam hal keselamatan, kualitas, dan tata kelola.
“Kami segera menandatangani perjanjian dengan Siemens untuk pengadaan gas turbin, termasuk pembukaan Letter of Credit dan penerbitan Purchase Order,” kata Yul Ari Pramuraharjo, Direktur Operasi Bidang Infrastruktur PT PP sekaligus Ketua KSO proyek.
Menurut Yul, proyek ini bukan hanya menambah kapasitas listrik, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap kemampuan industri nasional dalam proyek energi berskala besar. “Kami berharap proyek ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat Batam dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujarnya.
Pembangunan PLTGU ini menjadi bagian dari strategi PLN Batam mendukung transisi energi bersih nasional menuju target Net Zero Emission 2060. Dengan pembangkit berteknologi efisien ini, Batam diharapkan memiliki sistem energi yang andal untuk menopang pertumbuhan kawasan industri dan investasi baru di Kepulauan Riau.
Baca Juga:
- PLN Batam Bangun PLTGU 120 MW Lewat Skema Pembiayaan IMBT
- PTPP Kantongi Kontrak Jumbo Bangun PLTGU Kabil
- Kapasitas Pembangkit Batam-Bintan Bertambah, MedcoPower Ekspansi PLTGU
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









