PLN Batam Bangun PLTGU 120 MW Lewat Skema Pembiayaan IMBT

PLN Batam bangun pembangkit
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo (kanan) bersama Direktur Perbankan Global PT Bank Maybank Indonesia Tbk Ricky Antariksa (kiri) menandatangani Perjanjian Fasilitas Sindikasi Pembiayaan berbasis syariah untuk pembangunan PLTGU Batam 120 MW, di Jakarta. Penandatanganan ini menandai kolaborasi PLN Batam dengan perbankan dalam mendukung pembiayaan energi bersih. Foto: PLN Batam

BATAM (gokepri) – Demi memperkuat ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan industri, PT PLN Batam akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 120 megawatt. Proyek ini dibiayai melalui skema sindikasi syariah berbasis Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) bersama tiga lembaga keuangan besar.

Penandatanganan perjanjian dilakukan antara PLN Batam dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) di Jakarta, Kamis 16 Oktober 2025. Melalui skema IMBT, PLN Batam memperoleh fasilitas pembiayaan tanpa menambah beban utang jangka panjang secara langsung.

“Kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi PLN Batam dalam memperkuat ketahanan energi dan mendorong efisiensi operasional. Dengan skema IMBT, kami dapat menjalankan proyek strategis tanpa memperberat neraca keuangan,” ujar Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, Jumat (17/10).

HBRL

PLTGU Batam #1 akan dibangun dengan skema engineering, procurement, and construction (EPC). Pembangkit ini diharapkan menjadi pilar pasokan listrik baru bagi sektor industri, sekaligus memperkuat sistem kelistrikan Batam dan Kepulauan Riau. “Ini bukan sekadar kerja sama pembiayaan, melainkan sinergi antara sektor energi dan keuangan untuk mendukung transisi menuju energi bersih,” tambah Kwin.

PLN Batam menargetkan proyek dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak luas bagi masyarakat. “Kami berharap PLTGU ini bisa menunjang ketersediaan energi, serta menopang pertumbuhan ekonomi Batam,” ujar Kwin.

Skema Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) merupakan mekanisme pembiayaan berbasis sewa yang diakhiri dengan pemindahan kepemilikan aset kepada penyewa setelah masa sewa berakhir. Model ini memungkinkan perusahaan mendapatkan aset strategis tanpa menambah utang jangka panjang, sekaligus menjaga arus kas dan kesehatan keuangan.

Menurut Direktur Perbankan Global Maybank Indonesia, Ricky Antariksa, kerja sama ini selaras dengan strategi keberlanjutan Maybank Group. “Kami berkomitmen mendukung proyek yang mendorong kemandirian energi dan memperkuat ekonomi lokal,” katanya.

Dalam kerja sama ini, Maybank Indonesia bertindak sebagai koordinator serta Joint Mandated Lead Arranger dan Bookrunner, bersama CIMB Niaga dan Sarana Multi Infrastruktur. Mereka menyalurkan pembiayaan sindikasi Sustainability-Linked Financing untuk mendukung pembangunan PLTGU Batam 120 MW.

Pembangunan PLTGU Batam #1 menjadi bagian dari upaya PLN Batam menjawab peningkatan kebutuhan listrik seiring ekspansi kawasan industri dan hunian baru. Ketahanan energi yang kuat menjadi kunci agar Batam tetap menarik bagi investor.

Dengan model pembiayaan syariah, PLN Batam tidak hanya memperkuat fondasi energi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor untuk proyek-proyek berkelanjutan di masa depan. INFO

Baca Juga: PLN Kantongi Pembiayaan Energi Hijau Rp12 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait