Kapasitas Pembangkit Batam-Bintan Bertambah, MedcoPower Ekspansi PLTGU

PLTGU Tanjunguncang
Seremoni groundbreaking proyek konversi PLTG Tanjung Uncang, Batam, Jum'at (24/11).

Batam (gokepri) – PT Medco Power Indonesia (MedcoPower), melalui anak perusahaannya PT Energi Listrik Batam (ELB), memulai pembangunan proyek Add-On Combined Cycle Power Plant di Tanjung Uncang, Batam, Jumat (24/11).

Proyek ini akan mengkonversi PLTG Simple Cycle Power Plant (SCPP) yang ada saat ini dengan kapasitas 70 megawatt (MW) menjadi Combined Cycle Power Plant (CCPP) dengan total kapasitas 109 MW.

Direktur Utama MedcoPower, Eka Satria, menjelaskan proyek ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas pembangkit, tetapi juga meningkatkan efisiensi pembangkit melalui pemanfaatan panas gas buang dari SCPP sebagai bahan bakar untuk steam turbine generator dan secara signifikan mengurangi biaya pokok penyediaan pembangkit. Proyek ini didukung oleh BSI melalui skema pembiayaan syariah dan IKPT sebagai kontraktor engineering, procurement and construction (EPC).

Baca Juga: 

“Proyek ini direncanakan akan selesai dalam waktu 24 bulan dengan target pencapaian Commercial Operation Date (COD) pada kuartal ketiga tahun 2025,” ujar Eka dalam siaran pers, Senin (27/11). Menurutnya, implementasi proyek Add-On CCPP ini merupakan bukti komitmen berkelanjutan dari MedcoPower dalam penyediaan pasokan energi bersih untuk sistem jaringan Batam-Bintan.

Ini juga dalam rangka pelaksanaan transisi energi melalui proyek konservasi energi guna mendukung program Pemerintah untuk mencapai komitmen Net Zero Emission di tahun 2060.

Acara groundbreaking dihadiri oleh perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), PT PLN Batam, PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Mohammad Priharto Dwinugroho, menyampaikan harapan adanya akselerasi dalam penyelesaian pembangunan Add-On CCPP untuk mewujudkan pasokan listrik yang handal agar kondisi sistem penyediaan tenaga listrik di Batam semakin membaik dan investasi baru di sektor industri dan bisnis di Batam terus tumbuh.

Sementara Perwakilan Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Suwarno, menyampaikan dengan adanya PLTGU ini, setidaknya terdapat tiga keuntungan yang dapat diperoleh.

Pertama, kenaikan daya mampu dari 2 x 35 MW menjadi 109 MW. Kedua, secara umum menurunkan BPP karena proyek ini akan memproduksi energi tanpa komponen C (bahar bakar). Dan, ketiga, mengurangi emisi CO2.

“Proyek ini akan membantu meningkatan sistem kelistrikan Batam-Bintan, termasuk mengantisipasi intermittent supply dari pembangkit renewable. Kami berharap kolaborasi oleh PLN, MedcoPower, PLN Batam dan ELB senantiasa berlanjut secara harmonis,” ujar Suwarno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN