Pilkada, KPPS Datangi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

pilkada

Jakarta (gokepri.com) – Komisioner Pemilihan Umum (KPU) RI Evi Novida Ginting Manik menyatakan, pemilih di Pilkada 2020 yang terinfeksi Covid-19 wajib mengisolasi diri. Nantinya, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan Alat Pelindung Diri (APD) akan mendatangi pemilih ke rumah tempat isolasi pasien Covid-19.

“Kita akan menggeser kotak suara dan surat suara untuk bisa (pemilih) menggunakan hak pilihnya. Itu yang akan disiapkan,” kata Evi melalui keterangannya, Kamis (15/10/2020).

Bagi yang berada di rumah sakit, Evi memastikan TPS terdekat juga akan bertindak sama seperti halnya pasien yang isolasi mandiri.

“Tentu kita harus memperhatikan berapa banyak jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 di rumah sakit tersebut, karena bisa terjadi keterersediaan surat suara tidak mencukupi,” katanya.

“Mereka akan datang ke rumah sakit, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan satgas, untuk mendata dan memetakan berapa banyak pasien yang masih dirawat pada saat hari pemungutan suara yang berada di dalam isolasi-isolasi dari Pemda, sehingga kita bisa menyiapkan logistik dan petugas kita akan memberikan pelayanan,” tambahnya.

Sebelumnya Komisioner KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, mengatakan dalam Undang-Undang nomor 10 Tahun 2016, Pilkada memiliki desain keserentakan. “Desain itu ditetapkan, karena diharapkan pada suatu saat nanti, Pilkada akan dilakukan pada hari dan tanggal yang sama,” kata Raka Sandi.

Menurutnya, ada Undang-Undang nomor 6/2020 yang mengatur bahwa untuk melanjutkan atau menunda pelaksanaan Pilkada harus melalui keputusan bersama antara KPU, pemerintah, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sementara itu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Viryan Azis mengatakan, ancaman golput menjadi tantangan penyelenggaraan Pilkada 2020. Oleh karenanya, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi pelaksanaan Pilkada.

“Bagi kami, kami fokus menjadikan ini sebagai tantangan melakukan kerja-kerja sosialisasi lebih gencar, edukasi,” ujarnya.

Viryan mengatakan setidaknya ada dua hal yang akan digencarkan KPU ke pemilih.

Pertama, meyakinkan bahwa tempat pemungutan suara (TPS) aman meski Pilkada digelar di situasi pandemi. KPU memastikan bahwa penyelenggaraan pemungutan suara di TPS sudah mengadaptasi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Untuk itu, jika pemilih datang ke TPS dan mematuhi protokol, kemungkinan besar aman dari virus.

Kedua, KPU juga akan terus mengingatkan bahwa Pilkada digelar dalam suasana pandemi. Oleh karenanya, cara pandang yang digunakan harus disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19. (wan)

BAGIKAN