BATAM (gokepri) – Muhammad Rudi-Aunur Rafiq dipastikan bertarung di Pilkada Kepulauan Riau. Mengantongi tiket maju dari Nasdem dan PKS, menunggu PDIP. Berhadapan dengan poros Golkar-Gerindra penyokong petahana Ansar Ahmad-Nyanyang Haris.
Berdasarkan berkas yang diperoleh gokepri, Nasdem sudah mendukung resmi Rudi-Aunur. Surat rekomendasi terbit 7 Agustus 2024, ditandatangani Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi Franziskus Taslim.
Surat rekomendasi itu diserahkan oleh Ketua DPP Nasdem Willy Aditya kepada Rudi dan Aunur. Rudi dicalonkan sebagai calon gubernur Kepri dan Aunur calon wakil gubernur.
Dukungan ini melengkapi rekomendasi dari PKS yang terbit bersamaan pada tanggal yang sama. Sekretaris Jenderal DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi yang memberikan langsung surat itu di Jakarta pada Rabu 7 Agustus 2024.

Baca: Dua Poros Pilgub Kepulauan Riau
Dengan sokongan Nasdem dan PKS, Rudi-Aunur sudah bisa bertarung di pilgub Kepri 2024. Total kursinya sebanyak 13 kursi, melewati ambang batas pencalonan yang syaratnya 9 kursi dari 45 kursi DPRD Kepri. PDIP yang punya empat kursi, dikabarkan bergabung dengan poros Nasdem-PKS. Ketiganya tak bisa mengusung sendiri calon sehingga harus membangun koalisi.
Rudi adalah Ketua DPW Nasdem Kepri dan Walikota Batam dua periode. Rudi sejak lama bersiap berlaga di pemilihan gubernur Kepulauan Riau.
Aunur adalah Bupati Karimun dua periode dan Ketua Golkar Karimun. Ancang-ancang berlaga di pilgub Kepri, Aunur tak diusung partainya sendiri. Golkar mengusung kadernya yang lain sang petahana gubernur, Ansar Ahmad.
Rudi-Aunur kemungkinan besar akan berhadapan dengan poros Golkar-Gerindra yang mencalonkan petahana Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris.
Ansar adalah gubernur petahana dan politisi senior Golkar. Pada pemilihan 2020, ia berpasangan dengan Marlin Agustina. Sedang Nyanyang ialah anggota DPRD Kepri dan terpilih lagi periode kedua. Ia juga menjabat Ketua DPC Gerindra Batam.
Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI terpilih Prabowo Subianto dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sudah menyerahkan langsung surat rekomendasi untuk Ansar-Nyanyang.
Gerindra dan Golkar adalah peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi Kepri. Masing-masing memperoleh sembilan kursi. Sebenarnya, keduanya tak harus berkoalisi untuk mengusung calon karena memenuhi ambang batas pencalonan sembilan kursi.
Sokongan dari kedua partai itu sudah jauh lebih dari cukup bagi Ansar-Nyanyang untuk maju karena raihan kursinya sebanyak 18 kursi.
Untuk rincian perolehan kursi, Gerindra 9 kursi, Golkar 9 kursi, NasDem 7 kursi, PKS 6 kursi, PDIP 4 kursi, Demokrat 3 kursi, PKB 2 kursi, PAN 2 kursi, PSI 1 kursi, Hanura 1 kursi dan Perindo 1 kursi.
Ketika 2019, Pilgub Kepri ada tiga poros. yaitu Ansar-Marlin, Isdianto-Suryani dan Surya Respationo-Iman Sutiawan. Ansar-Marlin menang 39,7 persen. Poros Nasdem-Golkar yang menang pilkada 2019 akan berpisah dan berhadapan.
Dengan kemunculan dua paslon yang mendapat tiket; Ansar-Nyanyang dan Rudi-Aunur, maka pemilihan gubernur Kepulauan Riau tahun ini kemungkinan akan ada dua poros. Poros Nasdem-PKS-PDIP akan melawan poros Golkar-Gerindra.
Pendaftaran paslon pilkada dibuka pada 27 Agustus 2024 dan ditutup 29 Agustus 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









