Batam (gokepri) – Duka menyelimuti dunia penerbangan Singapura. Satu orang penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka akibat turbulensi hebat yang dialami pesawat Singapore Airlines (SIA) rute London menuju Singapura.
Melalui unggahan Facebook pada 21 Mei, SIA mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut terpaksa dialihkan ke Bangkok dan mendarat darurat di Bandara Suvarnabhumi pada pukul 15.45 sore hari waktu setempat.
Baca Juga:
- Revisi Capex, Singapore Airlines Tunda Belanja Pesawat USD4 Miliar karena Pandemi
- Penerbangan Mulai Pulih, Singapore Airlines Kembali Terbangi Rute Singapura-New York mulai 9 November
Beberapa media Thailand melaporkan sekitar 30 penumpang mengalami luka-luka.
Pesawat yang mengalami turbulensi tersebut adalah Boeing 777-300ER yang mengangkut 211 penumpang dan 18 awak kabin.
“Singapore Airlines menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban meninggal dunia,” tulis SIA dalam unggahan tersebut.
Maskapai penerbangan nasional Singapura ini menambahkan bahwa mereka tengah berupaya membantu seluruh penumpang dan awak kabin penerbangan SQ 321. SIA juga berkoordinasi dengan otoritas terkait di Thailand untuk menyediakan bantuan medis yang diperlukan. Selain itu, SIA akan mengirimkan tim khusus ke Bangkok untuk memberikan bantuan tambahan.
Menteri Perhubungan Singapura, Chee Hong Tat, dalam unggahan Facebook-nya, menyatakan kesedihan mendalam atas insiden tersebut. Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia.
Lebih lanjut, Menteri Chee Hong Tat menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura, pihak Changi Airport, dan staf SIA tengah bahu membahu memberikan dukungan kepada para penumpang terdampak dan keluarga mereka. THE STRAITS TIMES
Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News








