SINGAPURA (gokepri) — Singapura dan Korea Selatan sepakat memperbarui Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) yang berlaku sejak 2006. Kesepakatan ini menyesuaikan kerja sama dagang dengan perubahan lanskap global, terutama ketahanan rantai pasok, perdagangan digital, dan transisi energi hijau.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengumumkan langkah tersebut dalam konferensi pers bersama pada 2 Maret, di sela kunjungan kenegaraan Lee ke Singapura.
Wong mengatakan sistem perdagangan global telah berubah signifikan dalam dua dekade terakhir. “Lanskap perdagangan global telah berevolusi dengan penekanan lebih besar pada ketahanan rantai pasok, perdagangan digital, dan transisi hijau. Karena itu, pembaruan FTA yang sudah berusia dua dekade ini menjadi tepat waktu,” ujarnya.
Baca Juga: BP Batam Aktifkan Lagi Liaison Officer di Singapura
FTA Singapura-Korea Selatan pertama kali berlaku pada 2006. Kedua negara kini termasuk dalam 10 besar mitra dagang satu sama lain. Pada 2025, Korea Selatan menjadi mitra dagang terbesar ketujuh Singapura. Sebaliknya, Singapura berada di posisi kesembilan bagi Korea Selatan.
Investasi Singapura di Korea Selatan meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2020. Perusahaan seperti PSA, Singapore Airlines, dan CapitaLand memperluas kolaborasi di sektor logistik, penerbangan, dan properti.
Di sisi lain, Hyundai, Lotte Group, dan Hanwha Ocean memanfaatkan Singapura sebagai hub regional untuk menjangkau pasar Asia Tenggara dan kawasan lainnya.
Presiden Lee mengatakan pembaruan FTA akan mencerminkan dinamika keamanan ekonomi dan kemajuan teknologi.
“Peningkatan FTA ini akan sepenuhnya mencerminkan dinamika keamanan ekonomi yang berkembang serta kemajuan teknologi, dan mendorong kerja sama investasi secara lebih strategis,” kata Lee.
Investasi dan Energi
Dalam kunjungan tersebut, Korea Development Bank dan Seviora Holdings—perusahaan manajemen aset yang didukung Temasek—menandatangani nota kesepahaman kemitraan investasi.
Lee menyebut kerja sama ini akan menjadi motor penggerak arus investasi bilateral.
Kerja sama energi juga menjadi agenda penting. Kedua negara tengah menyusun Perjanjian Kerja Sama Nuklir.
“Singapura sedang mengkaji potensi energi nuklir sebagai bagian dari bauran energi jangka panjang kami, dan kami berharap dapat belajar dari keahlian dan pengalaman Korea,” kata Wong, seraya menyatakan harapannya agar perjanjian tersebut segera dirampungkan.
Pembaruan FTA ini dibangun di atas kemitraan strategis yang diumumkan pada November 2025, bertepatan dengan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang dimulai pada 1975.
Kemitraan tersebut menjadi peta jalan kerja sama di lima bidang utama: politik dan keamanan; perdagangan dan ekonomi; keberlanjutan serta transisi energi; teknologi maju dan riset; serta pertukaran antar masyarakat.
Lee menilai kedua negara memiliki kesamaan sebagai negara berukuran menengah dengan sumber daya terbatas.
“Perdana Menteri Wong dan saya berbagi pandangan bahwa di era ketidakpastian abad ke-21, kedua negara kita dapat menjadi mitra yang saling dapat diandalkan,” ujarnya.
Lee tiba di Singapura pada 1 Maret didampingi Ibu Negara Kim Hea Kyung, sejumlah menteri kabinet, dan pejabat senior. Ia disambut oleh Acting Minister for Culture, Community and Youth David Neo.
Pada 2 Maret, Lee dan istrinya diterima Presiden Tharman Shanmugaratnam dalam upacara penyambutan di Old Tanglin Officer’s Mess, Kementerian Luar Negeri Singapura. Pasangan tersebut juga menerima penghormatan berupa penamaan anggrek Vanda Lee Jae Myung Kim Hea Kyung.
Dalam pertemuan bilateral, kedua pemimpin menyaksikan pertukaran lima nota kesepahaman yang mencakup kerja sama perdagangan, keamanan energi, sains dan teknologi, kekayaan intelektual, lingkungan, serta keamanan publik.
Lee juga menghadiri forum bisnis kecerdasan buatan yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara, sebelum menghadiri jamuan kenegaraan yang digelar Presiden Tharman. THE STRAITS TIMES
Baca Juga: Tiga Raksasa Korea Selatan Siapkan Investasi Rp99 Triliun di Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






