Batam (gokepri.com) – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri nomor urut 02, Isdianto-Suryani menyatakan kemenangan Pilkada Kepri 2020 berdasarkan perhitungan dan data real count internal. Tapi INSANI tetap menunggu hasil rekapitulasi suara oleh KPU setempat.
Berdasarkan hitungan real count Tim Sukses (Timses) Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Isdianto-Suryani (INSANI) menang 38,61 persen.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Timses Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 2, INSANI, Bakti Lubis berdasarkan data real count yang dimilikinya.
“Ini berdasarkan data uptade yang masuk kepada tim pemenangan INSANI dari 7 Kabupaten Kota di Provinsi Kepri,” ucap Bakti Lubis kepada awak media di kantor pemenangan INSANI di Edukit Batam Centre, Rabu (9/12/2020) malam.
Bakti Lubis menjelaskan berdasarkan data real count tersebut, paslon nomor urut 1 Soerya Respationo-Iman Sutiawan meraih 23,47 persen.
Paslon nomor urut 2 Isdianto-Suryani, 38,61 persen dan Paslon nomor urut 3, Ansar Ahmad-Marlin Agustina, 37,92 persen.
“Pasangan nomor urut 2 dan 3 kalkulasinya sangat dinamis. Untuk itu perlu kami sampaikan kepada Paslon yang sudah berani mengklaim kemenangan,” ujar Bakti Lubis.
Pihaknya akan terus melakukan penghitungan yang sudah real. “Insyaallah hitungan ini tidak jauh berbeda dengan yang sebenarnya,” kata Bakti.
“Meskipun tadi ada salah satu media televisi yang mengeluarkan hasil hitungannya jauh tinggi, namun itu tidaklah mempengaruhi kami melakukan perhitungan hasil Pilkada ini sampai selesai,” imbuhnya.
Dia menambahkan pihaknya bisa saja mengumumkan diri sebagai pemenang namun alangkah eloknya tetap menunggu perhitungan yang real.
“Dari tadi sekitar jam 3 kami sudah melakukan perhitungan real count yang unggul berkisaran dua koma sekian persen dan Insyaallah tidak berbeda jauh dengan perhitungan Real Count yang ada,” papar dia.
Meski dari tadi ada salah satu televisi yang membuat presentasi quick count yang jumlahnya tinggi sekali tetapi berakhir juga perhitungan Quick Count di kisaran 60%.
“Namun itu tidak mempengaruhi kami beserta tim sudah menyadari bahwasannya pekerjaan ini tidak bisa disulap-sulap inilah hasil atas dukungan dan perhatian masyarakat secara luas,” pungkasnya.
(eri)
|Baca Juga:









