Jakarta (gokepri.com) – Kopi jenis arabika dan robusta merupakan dua jenis kopu yang popular di berbagai gerai kopi di Indonesia. Bagi para pecinta kopi mungkin sudah hapal dengan perbedaanya, tapi buat yang baru coba-coba ngopi simak nih perbedaannya.
Barista professional Zikri Mubarak mengatakan ada sejumlah perbedaan yang mudah dikenali di antara kedua jenis kopi tersebut.
“Dari aromanya sebenarnya udah ketahuan. Kalau kopi robusta lebih strong (kuat), cuma kalau arabika lebih light,” kata Zikri saat ditemui dalam acara bincang-bincang bersama di Anjungan Sarinah Jakarta Pusat, Minggu 17 September 2023.
Baca Juga: Penderita Hipertensi Hindari Minum 2 Cangkir Kopi Sehari
Tidak hanya dalam hal aroma, kedua jenis kopi itu juga punya perbedaan dari segi rasa. Zikri mengatakan kopi arabika rasanya cenderug lebih asam dari pada kopi robusta.
Namun demikian kopi robusta punya rasa yang lebih kuat dan pahit dan aftertaste yang mirip kacang tanah. Zikri mengatakan robusta punya kadar kafein yang lebih tiggi dibandingkan arabika.
“Robusta itu strong kopi aja, kopi forward kurang lebih,” kata Zikri.
Sementara itu arabika rasanya cenderung terasa manis dan ringan. Beberapa jenis arabika bisa memiliki aftertaste yang manis dengan aroma lebih lembut serta sedikit asam karena tingkat keasaman biji kopi arabika lebih tinggi dibanding robusta.
Bentuk biji edua jenis kopi tersebut juga berbeda. Biji kopi robusta memiliki bentuk yang cenderung bundar, sedangkan biji kopi arabika cenderung lonjong.
Harga biji kopi arabika lebih mahal daripada biji kopi robusta. Hal ini karena perawatan pohon kopi robusta relatif lebih mudah dibanding arabika.
Pohon kopi robusta dapat melindungi diri dengan baik dari serangan serangga karena kadar kafeinnya yang tinggi serta tidak memerlukan banyak air.
Sementara pohon kopi robusta, pohon kopi arabika cenderung lebih rapuh dan dapat dirusak serangga, sehingga membuat biji kopi arabika lebih mahal dibandingkan kopi robusta.
Zikri juga memberikan tips mengolah kopi robusta dan arabika yang memiliki ampas agar rasa yang dihasilkan lebih maksimal.
Caranya dengan merebus biji kopi yang sudah dihaluskan bersama rebusan air, kopi akan terasa lebih pekat dan kuat, sehingga cocok dinikmati bagi orang-orang yang menyukainya.
“Untuk kopi yang ada ampasnya, bisa diolah dengan cara digodok selama 5 menit. Pakai temperatur medium to high agar aroma dan rasanya lebih pekat,” kata Zikri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara







