PENGENDALIAN HARGA: Kepri Berharap pada Lahan Cabai

Lahan cabai di Kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan bantuan bibi cabai kepada warga Kabupaten Karimun, Selasa (20/9). (Foto: Humas Pemprov Kepri)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Perluasan lahan cabai menjadi solusi dari Pemprov Kepri untuk mengendalikan gejolak harga komoditas ini sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memperluas lahan tanaman cabai hingga mencapai 227 hektare untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di daerah tersebut.

Ansar menyebut secara bertahap mulai tahun 2023, akan dilakukan perluasan lahan dengan alokasi sementara, yaitu di Kabupaten Bintan 40 hektar, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga 20 hektar, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Natuna, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang 5 hektar.

“Pelan-pelan, kita dorong semua kabupaten/kota manfaatkan lahan-lahan kosong untuk ditanami cabai, tentunya dengan memberdayakan warga/petani lokal,” katanya di Tanjungpinang, Rabu 22 September 2022.

Menurut dia, upaya itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat Kepri terhadap pasokan cabai dari daerah lain, seperti Sumatera Utara dan Pulau Jawa.

Selain itu, juga bertujuan menekan angka inflasi yang tengah terjadi, salah satunya dipicu kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, misalnya cabai dan bawang.

“Inflasi Kepri saat ini cukup tinggi, sekitar 6 persen. Ini harus ditekan minimal di bawah 5 persen, karena inflasi akan sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat,” ucap Ansar.

Ia juga mengajak warga memanfaatkan perkarangan rumah untuk menanam bibit cabai, sehingga paling tidak kebutuhan keluarga bisa terpenuhi.

“Ini adalah upaya jangka pendek dalam usaha mengendalikan inflasi dan mewujudkan ketahanan pangan keluarga,” sebutnya.

Ia juga telah menugaskan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan Pemprov Kepri agar secara rutin mendistribusikan pupuk ke kelompok masyarakat yang sudah mendapatkan bibit cabai.

Masyarakat tidak hanya diberikan bibitnya saja, tapi juga diberikan pupuk agar tanaman cabai mereka sehat dan subur.

“Semoga dalam tiga bulan hasilnya sudah terlihat,” ucap Ansar.

Ansar menambahkan sebagai upaya menggalakkan masyarakat menanam bibit cabai, Pemprov Kepri bersama Bank Indonesia juga mulai menyalurkan bantuan bibit cabai kepada kelompok masyarakat di Kota Batam, Kabupaten Karimun dan Kota Tanjungpinang, masing-masing sebanyak 2.000 bibit cabai.

Penulis: Candra Gunawan

BAGIKAN