Natuna (gokepri.coom) – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI meningkatkan pengawasan di perairan Natuna Utara setelah insiden kapal coast guard China (CCG) terdeteksi memasuki wilayah Indonesia.
Kapal CCG tersebut mengganggu aktivitas survei seismik 3D oleh MV Geo Coral, yang sedang beroperasi untuk PT Pertamina East Natuna.
Komandan KN Tanjung Datu 301, Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko, mengatakan patroli di wilayah tersebut kini diperketat, bekerja sama dengan TNI AL dan TNI AU.
Baca Juga: Awasi Kapal China, TNI Minta Nelayan Natuna Tidak Takut Melaut
“Bakamla secara rutin melaksanakan patroli di Natuna Utara, namun pasca-kejadian ini, kami memperkuat patroli di sektor tersebut,” kata Rudi di Batam, Rabu 23 Oktober 2024.
Patroli intensif dilakukan menggunakan kapal kelas 110 dan 80 meter milik Bakamla, serta didukung oleh armada TNI AL dan patroli udara.
“Pesawat udara Bakamla standby di Lanud Raden Sadjad Natuna dan dibantu UAV atau drone dari TNI AU,” tambah Rudi.
Sebelumnya, Bakamla RI melalui KN Tanjung Datu 301 berhasil mengusir kapal CCG 5402 yang mendekati lokasi survei pada Senin 21 Oktober 2024. Kapal asing itu terdeteksi berada di baringan 125 derajat dengan jarak 7,3 nautical miles (nm), masuk dalam landas kontinen Indonesia di Laut Natuna Utara.
Meskipun kapal tersebut mengklaim wilayah itu adalah milik China, Bakamla dan TNI AL berhasil memaksa kapal asing tersebut mundur dari yurisdiksi Indonesia.
Patroli di Laut Natuna Utara kini diperketat untuk menjaga kedaulatan Indonesia dan memastikan aktivitas survei berjalan lancar tanpa gangguan. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









