Pelindo Siapkan Layanan Maritim Batam, STS Nipah Masih Menunggu Restu Pemerintah

SPJM Pelindo Batam
Ilustrasi suasana kapal dengan rute ocean going yang transit di Batam untuk proses pemindahan muatan. Foto: SPJM Pelindo

BATAM (gokepri) – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 Batam terus memperkuat layanan jasa maritim di wilayah strategis perairan Batam. Namun, pengoperasian penuh fasilitas Ship to Ship (STS) Transfer di Pulau Nipah masih tertahan karena izin konsesi dari Kementerian Perhubungan belum turun.

“Pelayanan di STS Nipah belum bisa dijalankan sepenuhnya karena konsesi belum ditandatangani,” kata General Manager Pelindo Regional 1 Batam, Digdo Widiono, Selasa, 14 Oktober 2025. Selama menunggu izin, Pelindo baru bisa melayani pemanduan kapal yang bersifat waiting order atau menunggu jadwal sandar di pelabuhan lain.

Pelindo Batam kini tengah menyiapkan kerja sama operasional dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kesepakatan itu mencakup pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di kawasan pelabuhan Batam. “Pembahasannya sudah berjalan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditandatangani,” ujar Digdo.

HBRL

Pelindo Batam
General Manager Pelindo Regional 1 Batam, Digdo Widiono. GOKEPRI/Muhammad Ravi

Pengelolaan jasa maritim di Batam saat ini telah dialihkan kepada anak usaha, PT Pelindo Jasa Maritim, sebagai bagian dari restrukturisasi layanan pascaintegrasi Pelindo. Langkah ini diharapkan membuat pelayanan kapal di Batam lebih efisien dan seragam dengan pelabuhan besar lain di Indonesia.

Meski izin konsesi belum turun, persiapan infrastruktur dan sumber daya manusia terus berjalan. Fasilitas penundaan dan sarana pendukung di Pulau Nipah telah tersedia. “Fasilitas penundaan sebenarnya sudah siap. Sementara kami fokus pada cabang-cabang yang sudah ada kerja samanya,” kata Digdo.

Pelindo juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat operasional di lapangan. Operator radio telah ditempatkan di Pulau Nipah guna mempercepat komunikasi dan mobilisasi pandu kapal. “Kesepakatan dengan Kementerian Pertahanan ini untuk efisiensi pelayanan agar waktu operasional lebih efektif,” ujarnya.

Pelindo dan anak perusahaannya rutin menggelar rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan layanan di seluruh wilayah kerja. “Hampir setiap bulan kami lakukan rapat untuk memetakan kebutuhan dan kesiapan operasional,” kata Digdo.

STS Nipah berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka yang menjadi salah satu titik sibuk dunia. Jika beroperasi penuh, kawasan ini diharapkan bisa menjadi pusat layanan alih muat kapal besar dan mengurangi ketergantungan pada pelabuhan negara tetangga. Namun, selama izin konsesi belum diteken, potensi ekonomi dari kawasan strategis itu belum bisa sepenuhnya dimanfaatkan. “Kami sudah siap, tinggal menunggu lampu hijau,” ujar Digdo.

Baca Juga: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait