Pekerja Tak Dapat THR Natal Segera Lapor

Kepala Disnaker kepri Mangara Simarmata. Foto: ANTARA

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Pekerja atau buruh yang tak dapat Tunjangan Hari Raya atau THR Natal padahal berhak menerima segera lapor ke Posko THR Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).

Kepala Disnaker Kepri Mangara Simarmata mengatakan Posko THR dibentuk untuk melayani dan konsultasi atas laporan para pekerja yang memiliki masalah THR 2022 pada perusahaannya.

Mangara mengatakan para pekerja dapat melaporkan melalui WhatsApp ke nomor 0811 9521 150 atau 0811 9521 151.

“Selain itu, para pekerja juga bisa langsung mengakses online poskothr.kemnaker.go.id,” kata Mangara di Tanjungpinang, Kamis 22 Desember 2022.

Melalui laporan tersebut, nanti Kemnaker akan meneruskan laporan ke Disnaker di daerah untuk penanganan lebih lanjut.

Mangara mengklaim sejauh ini Disnaker Kepri belum menerima laporan pekerja tak dapat THR Natal 2022 di Kepri.

“Kami harap THR para pekerja dapat dipenuhi oleh pengusaha/perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Mangara.

Mangara mengatakan terkait THR keagamaan tahun 2022 bagi pekerja atau buruh di perusahaan diberikan berdasarkan Surat Edaran dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Surat edaran itu ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

Dalam SE itu disebutkan pemberian THR keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

Hal itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan Juncto Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di perusahaan.

Pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh.

HR keagamaan ini diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

Kemudian, pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Jumlah THR keagamaan diberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja selama satu tahun atau lebih adalah sebesar satu bulan gaji.

“Sementara pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari dua belas bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 di kali satu bulan upah,” kata dia.

THR keagamaan ini kata Mangara wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Baca Juga: Gaji Dua Bulan dan THR Tak Dibayar, Puluhan Karyawan Ngadu ke DPRD Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara