Padang Melang International Folklore, Festival Budaya yang Menjadi Magnet Wisatawan

Padang Melang International Folklore Festival
Pembukaan Padang Melang International Folklore Festival di Anambas. Rabu 12 Juni. Foto: gokepri/Wisnu Een

ANAMBAS (gokepri) – Pantai Padang Melang di Pulau Jemaja, Kepulauan Anambas, kembali semarak dengan gelaran Folklore Internasional Festival Padang Melang 2024. Festival yang berlangsung 11-13 Juni ini tak hanya memanjakan mata dengan pertunjukan budaya, tapi juga membawa berkah bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Guntur Sakti, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas kesuksesan festival ini. “Alhamdulillah, tahun ini festival Padang Melang masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) Kemenparekraf RI,” ujar Guntur saat menghadiri festival tersebut, baru-baru ini.

Baca:

Pencapaian ini, kata Guntur, merupakan hasil konsistensi Pemkab Anambas dalam menggelar event pariwisata tahunan ini. “Artinya, event ini harus naik level,” tandasnya.

Guntur menjelaskan bahwa festival ini tak hanya menyajikan hiburan, tapi juga memiliki nilai ekonomis dan budaya yang tinggi. “Nilai-nilai ini sangat kaya sekali ditampilkan pada event ini,” ungkapnya.

Ia optimistis, dengan promosi yang tepat, festival ini akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Anambas.

Namun, Guntur mengingatkan bahwa untuk meningkatkan sektor pariwisata di Anambas, perlu memperhatikan tiga indikator utama: atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.

“Anambas punya semuanya,” kata Guntur. “Konkretnya, Pemkab Anambas harus menetapkan destinasi unggulan, event unggulan, dan produk kreatif unggulan. Fokus dan jangan mengharapkan segala-galanya.”

Padang Melang International Folklore
Bupati Anambas Abdul Haris dan Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Guntur Sakti saat kegiatan Padang Melang International Folklore Festival. Foto: istimewa

Untuk mendukung pariwisata di Anambas, Pemprov Kepri juga memiliki sejumlah langkah dan program. “Tahun depan, Pak Gubernur berharap provinsi dapat melakukan dua hal: kritik event dan supporting event,” jelas Guntur.

“Kritik event berarti provinsi memiliki event yang mewakili 7 kabupaten/kota. Sedangkan supporting event berarti provinsi memiliki andil dalam membesarkan event-event baik dari pemerintah daerah maupun industri swasta.”

Termasuk di Anambas, Guntur mengatakan bahwa Pemprov Kepri akan menampung ide dan gagasan pengembangan pariwisatanya untuk dimulai tahun 2025 mendatang.

“Tahun ini kami depositokan dulu semua ide dan gagasan,” ujarnya.

Folklore Internasional Festival Padang Melang 2024 telah menunjukkan potensinya sebagai destinasi wisata unggulan. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, festival ini diharapkan dapat terus berkembang dan membawa manfaat bagi kemajuan Anambas.

Diberitakan, Padang Melang International Folklore Festival (PMIFF) merupakan salah satu event budaya berskala internasional yang menyajikan kesenian budaya Melayu pesisir daerah khas Kabupaten Kepulauan Anambas, serta kolaborasi dengan budaya Melayu serumpun dari berbagai daerah di Indonesia dan negara Asia di Tenggara.

Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat dan pengunjung. Event ini akan dimeriahkan dengan pertunjukan budaya yang terdiri dari parade, tarian dan musik, permainan tradisional, dan perlombaan lainnya yang menjadi ciri khas daerah maritim. Selain menyuguhkan kebudayaan, event ini juga akan menjadi wadah untuk memperkenalkan produk ekonomi kreatif daerah, seperti produk-produk lokal, kuliner, kerajinan tangan, dan lainnya.

“Padang Melang International Festival Folklore dihadiri puluhan Kapal West Sumatra Yacht Rally dari berbagai negara, salah satunya rombongan wisatawan Denmark yang ikut berpartisipasi memeriahkan festival berkelas internasional di Kepulauan Anambas,” jelas Sahtiar, Sekretaris Daerah Anambas.

Ia menambahkan dengan diselenggarakannya event skala internasional ini, diharapkan wisata di Anambas akan semakin maju dan meningkatkan ekonomi bagi masyarakat.

“Saya berharap kegiatan event ini terus dilaksanakan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat guna penyempurnaan, karena pelaksanaan berpotensi memberikan dampak yang baik bagi Anambas. Oleh karena itu, evaluasi perbaikan akan terus kita lakukan sehingga kedepan event tahunan ini terus level setiap tahunnya dan akan menarik minat wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Fransiskus Handoko, mengatakan pengembangan pariwisata di Anambas perlu dukungan dari media untuk meningkatkan promosi destinasi wisata dan kebudayaan di daerah ini.

“Untuk memperkenalkan wisata yang berada di Anambas ini perlu adanya dukungan seperti penggiat wisata, media, dan para pemuda milenial juga bisa ikut berpartisipasi untuk meningkatkan wisata di Kepulauan Anambas,” kata Handoko.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga ikut serta dalam upaya mengembangkan wisata yang ada di Anambas, salah satunya dengan menetapkan event ini sebagai agenda tahunan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Anambas, Effi Sjuhairi, mengatakan dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Awalnya kegiatan ini namanya Festival Padang Melang, sekarang namanya event Festival International Folklore dengan skala lebih luas dan juga menjadi agenda tahunan di Anambas,” kata Effi Sjuhairi.

Ia menambahkan event ini juga dihadiri oleh Rally Yacht Sumatra, di mana sudah ada 28 kapal yacht dari berbagai mancanegara yang datang ke Anambas.

“Kita berharap dengan event festival internasional Folklore Padang Melang ini bisa lebih meningkat kunjungan wisatawan baik lokal, nasional hingga wisatawan mancanegara untuk kedepannya, dengan meningkatnya wisatawan masuk ke Anambas bisa membuat perubahan salah satunya dalam skala ekonomi masyarakat,” tambah Effi.

Penulis: Wisnu Een

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News