Batam (Gokepri.com) – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy menggesa Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk segera merampungkan rencana pembangunan Universitas Muhammadiyah di Kepri.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini juga mengatakan bahwa Universitas Muhammadiyah akan menjadi hal yang penting untuk membantu dan berkontribusi dalam pembangunan di Kepri.
Apalagi menurutnya, potensi untuk menjadi kota megapolitan setelah Kota Jakarta ada di Kepulauan Riau, yakni Kota Batam. Sehingga keberadaan Muhammadiyah Kepri harus memiliki peran yang lebih besar untuk kemajuan di Kepri.
Baca Juga: Siswa SMP Muhammadiyah Belajar Politik di Kantor DPRD Batam
“Potensi untuk menjadi megapolitan setelah Jakarta itu adalah Kota Batam. Karena itu Muhammadiyah Kepri khususnya Kota Batam harus betul-betul menjadi bagian kemajuan dan perkembangan Kepri,” kata Muhadjir saat sambutan dalam halal bihalal bersama Keluarga Besar Muhammadiyah Kepri di Masjid Hamka Muhammadiyah Batuaji, Kota Batam, Minggu (5/5/2024).
Sebagai langkah merampungkan rencana pembangunan universitas tersebut, Muhadjir juga meminta peran Anggota DPR RI Komisi VII, Asman Abnur sebagai kader untuk mendampingi Muhammadiyah Kepri dalam proses pembangunan itu.
“Sebagai kader, saya juga minta Pak Asman mengambil peranan untuk Muhammadiyah demi kemajuan Batam dan Kepri. Apalagi Pak Asman memiliki kapasitas untuk itu, dua kampusnya bagus sekali, jadi Muhammadiyah juga harus miliki kampus demikian di Batam,” katanya.
Menyambut permintaan tersebut, Asman Abnur juga menyanggupi untuk mendampingi Muhammadiyah dalam rencana pembangunan universitas di Kepri. Bahkan Asman Abnur juga akan segera membahas rencana pembangunan tersebut.
“Nanti saya dengan Sekretaris PWM, Minggu depan saya ngopi ya istilahnya, tim utama Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk membuat rencana kerja pembangunan kampus itu, saya diminta saya oke,” ujar Asman.
Menurut Asman, Muhammadiyah memiliki potensi internal yang harus dimaksimalkan sebagai dasar. Apalagi Muhammadiyah sudah memiliki jaringan kader yang sudah terorganisir. Potensi eksternal juga harus dimanfaatkan, misalnya akses kepada pemerintah dan stakeholder terkait.
“Kita maksimumkan potensi internal itu. Mana yang bisa kita selesaikan, mana yang tidak. Sehingga rencana kerja itu akan berhasil atau tidak,” katanya.
Sementara, Sekretaris PWM Kepri, Suyono menyebut Muhammadiyah sudah memiliki dua kampus di Kota Batam, yakni STIT Internasional Muhammadiyah dan Stikom Muhammadiyah.
Suyono menjelaskan, rencana pembangunan universitas itu akan segera dibahas untuk mengintegrasikan dua kampus yang sudah ada atau dilakukan pengembangan masing-masing kampus.
“Kita akan bicara teknis itu. Jadi intinya adalah bagaimana prosedurnya kalau memang bisa jadi satu ya lebih bagus tetapi kalau memang lebih bagus itu kita jalan masing-masing tapi besar seperti itu lebih baik menurut saya, itu lebih cepat saya kira begitu,” katanya.
“Ini persoalan teknis sebenarnya kalau pemikiran secara prinsip sudah, teknisnya yang secara perizinan dan lain-lain yang akan kita dudukkan bersama dua kampus ini,” lanjut Suyono.
Suyono juga mengapresiasi arahan Muhadjir untuk meminta Asman Abnur mendampingi pihaknya melaksanakan proses pembangunan itu. Menurutnya, Asman Abnur memiliki kapasitas dan pengalaman untuk membantu PWM Kepri.
“Ini Insyaallah dalam waktu kurang lebih semingguan kami akan mencetak blueprint rencana kerja Muhammadiyah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









