MRO Lion Batam Butuh 10 Ribu Tenaga Kerja

KEK Nongsa Digital Park
MRO BAT Hang Nadim. (FOTO/gokepri.com/ard)

Batam (gokepri.com) – Maintenance, repair, and operation (MRO) Batam Aero Technic (BAT) membutuhkan sekitar 10 ribu tenaga kerja. Rencananya perekrutan tenaga kerja tersebut hingga 2025 mendatang.

Perusahaan milik Lion Grup tersebut telah melakukan penandatanganan addendum perjanjian kerja sama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait pengelolaan lahan MRO BAT, bertempat di Marketing Centre BP Batam.

Naskah addendum tersebut ditandatangani oleh Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin, dan Direktur Utama Batam Aero Technic (BAT) I Nyoman Rai Pering yang disaksikan langsung oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto dan Presiden Direktur (CEO) Lion Group, Edward Sirait.

Direktur Lion Group, Edward Sirait mengatakan andendum perjanjian kerja tersebut dilakukan guna mempermudah pengembangan BAT ke depan di Batam. Sehingga juga dapat mempercepat proses kerjasama dengan pihak lain atau mitra BAT.

“Ada 30 hektar lahan kami akan investasi, untuk peralatan hanggar dan gedungnya sekitar Rp7,3 triliun. Akan diselesaikan dalam 6 tahap, saat ini sedang berlangsung tahap 3 dan tahap 4 direncanakan akan mulai tahun depan,” kata Edward, Rabu (15 April 2021).

Edward mengatakan perekrutan tenaga kerja akan disesuaikan dengan progres pembangunan hanggar. Namun, pihaknya menargetkan 2025 mendatang pembangunan sampai tahap 6 selesai, sehingga rencana perekrutan 9.976 tenaga kerja bisa terealisasikan.

Namun, ditegaskannya bahwa tenaga kerja yang diterima industri MRO wajib memiliki sertifikasi dan pendidikan khusus. Itu sebabnya BAT saat ini sudah bekerjasama dengan Politeknik Batam untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM).

“Karena memang khusus, tidak sembarangan orang, karena itu kita sudah kerjasama dengan Politeknik Batam. Tapi itu saja kita perkirakan belum mampu memenuhi rencana kebutuhan kita,” katanya.

Hal ini tentu juga menjadi tantangan bagi BAT dan juga Pemko Batam, karena tanpa sertifikasi dan pelatihan tidak akan mungkin bisa dikerjasakan dalam industri MRO. Itu sebabnya hal ini diharapkan bisa menjadi perhatian Pemko Batam.

“Kami berupaya bagaimana tenaga kerja ini bisa kita cetak di Batam. Karena siapapun yang bekerja di sana itu memang harus dilatih tanpa dilatih tidak akan mungkin,” katanya.

(ard)

|Baca Juga :Nongsa Digital Park dan MRO Hang Nadim Sah Menjadi KEK

BAGIKAN