MKKS Siap Sukseskan ANBK Sekolah di Hinterland

MKKS Batam
Kegiatan rapat bulanan dilakukan MKKS Wilayah III membahas terkait persiapan ANBK, beberapa hari lalu. Sekolah di mainland siap menampung UNBK bagi siswa di hinterland. IST

Batam (gokepri.com) – Kelompok Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) wilayah III jenjang SMP di Kota Batam, siap menyukseskan pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi sekolah berada di hinterland yang tidak memiliki komputer dan jaringan internet memadai.

Kesungguhan MKKS ini, dinyatakan pada rapat bulanan yang digelar beberapa hari lalu di SMPN 50 Batam membahas persiapan Asesmen Nasional (AN) di MKKS SMP di wilayah III. Selain memfasilitasi pelaksanaan ANBK, juga bersedia menampung para siswa dan guru di hinterland ini selama ANBK berlangsung bisa menginap di rumah guru di mainland.

Seperti diungkapkan Kepala Sekolah SMPN 50 Batam, Darsudi SPd MM, bila sekolahnya siap memfasilitasi siswa hinterland ikut ANBK karena perangkat komputer dimiliki sekolahnya cukup memadai. Apalagi nantinya saat pelaksanaan ANBK ini, siswa dari hinterland mendapat giliran sesi ke dua.

“Komputer kita mencukupi bila nanti siswa di hinterland mau menumpang ANBK di sekolah kita enggak jadi masalah. Apalagi pelaksanaan ANBK bagi siswa hinterland ini pada sesi ke dua, jadi siswa kita saat ANBK tidak terganggu,” ujarnya kepada Tim Pendidikan gokepri.com, kemarin.

Perkataan yang sama juga dilontarkan Ketua MKKS SMP Wilayah III, Poniman Sardi, SS MM, bahwa sejauh ini sekolah di MKKS wilayah III ini telah melakukan tahapan-tahapan dalam persiapan menghadapi ANBK. Saat ini sedang mensosialisasikan ANBK kepada orang tua siswa, karena anaknya akan diikutkan pada ANBK berupa Asesmen Kompetensi Siswa (AKS).
Namun kata Poniman, di AKS ini

nanti tidak semua siswa akan diikutkan ANBK hanya dikhususkan bagi siswa kelas 8 saja. Itupun kata dia diambil hanya 45 siswa secara randum. Hal ini dimaksudkan agar ada keterwakilan antara siswa yang pandai dan siswa kurang pandai.

“ANBK ini serentak dilakukan sebagai pengganti ujian nasional (UN), namun sangat berbeda. Kalau di UN yang diujikan itu hanya siswanya saja, tapi di AN secara menyeluruh, baik siswa, guru, kepala sekolah maupun mutu sekolahnya,” jelas Poniman.

Sementara terkait sekolah di hinterland yang tergabung di MKKS wilayah III tidak memiliki fasiltas komputer atau sinyal internet kurang bagus, maka sekolah yang memiliki fasiltas internet memadai siap memfasilitasi ANBK di sekolahnya. (aat)

BAGIKAN