Mercedes Produksi Mobil Listrik Mulai 2030

Mercedes Mobil Listrik
Prototipe mobil listrik Mercedes-Benz Robotorial / mercedes-benz.co.id

Batam (gokepri.com) – Pabrikan otomotif dunia mulai beralih ke mobil listrik, salah satunya Mercedes-Benz. Perusahaan asal Jerman itu berinvestasi sedikitnya 40 miliar Euro atau setara Rp681,5 triliun untuk meningkatkan produksi kendaraan listrik (EV) pada 2030.

Langkah awal Mercedes-Benz akan membangun delapan pabrik baterai dan mulai tahun 2025 memperbesar produksi kendaraan listrik. Chief Executive Mercedes Ola Källenius mengatakan produksi kendaraan berbahan bakar fosil akan mendekati nol pada 2025. “Kami benar-benar ingin melakukannya,” kata Källenius dikutip dari Reuters, kemarin.

Produsen Mercedes, Daimler, tak punya tenggat waktu untuk mengakhiri penjualan mobil berbahan bakar fosil. Menurut Källenius, perdebatan tentang kapan produksi kendaraan berbahan bakar fosil berakhir tidaklah relevan. “Pertanyaannya adalah seberapa cepat kita bisa meningkatkan skala hingga mendekati 100 persen listrik dan itulah yang kami fokuskan,” katanya.

Beberapa pembuat mobil seperti Volvo Cars telah berkomitmen untuk beralih ke listrik pada tahun 2030, sementara General Motors bercita-cita untuk sepenuhnya memproduksi kendaraan listrik pada tahun 2035. Para produsen mobil tengah berupaya mengejar ketertinggalan dari Tesla.

Daimler berharap produksi mobil listrik dan hibrida listrik pada tahun 2025 akan mencapai 50 persen dari penjualan, lebih cepat dari perkiraan awal yang menargetkan pencapaian pada tahun 2030.

Mereka menyebut tiga platform listrik yang akan diluncurkan pada tahun 2025. Pertama, mencakup jajaran mobil penumpang dan SUV. Kedua, mobil van. Ketiga, kendaraan berperforma tinggi.

Naik Pesat

Pangsa pasar kendaraan listrik naik lebih dari dua kali lipat dalam penjualan mobil baru di Eropa pada kuartal kedua. Mobil hibrida juga membuat keuntungan, demikian disebutkan Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) seperti dikutip Media Indonesia.

Semua kendaraan listrik menyumbang 7,5% dari penjualan mobil baru di Eropa dalam tiga bulan dari April hingga Juni. Pangsanya hanya 3,5% selama periode yang sama tahun lalu. Secara absolut, penjualan kendaraan listrik tumbuh lebih dari tiga kali lipat di seluruh Eropa mencapai 210.298 mobil.

ACEA mengatakan ada keuntungan substansial di empat pasar teratas di kawasan itu. Pasar tersebut dipimpin oleh penjualan lebih dari empat kali lipat di Spanyol dan Jerman.

“Kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV) mencatat penjualan di kuartal kedua 2021 yang lebih mengesankan, dengan kenaikan 255,8 persen menjadi 235.730 unit,” kata ACEA. Penjualan hibrida juga meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 541.162 kendaraan, tetap menjadi kategori terbesar dari mobil bertenaga alternatif. (can)

|Baca Juga: BATERAI MOBIL LISTRIK: Huayou Investasi USD2,1 Miliar di Halmahera, Konsorsium LG di Bekasi

BAGIKAN