Sosialisasi jaminan sosial di Masjid Al Kautsar Batam menyasar imam, marbot, dan pekerja mandiri yang belum tersentuh perlindungan ketenagakerjaan.
BATAM (gokepri) – Suasana Masjid Al Kautsar di Tiban Lama, Batam, Rabu siang, 11 Maret 2026, terasa berbeda dari biasanya. Selepas salat Zuhur, di teras masjid, beberapa petugas BPJS Ketenagakerjaan membuka materi sosialisasi. Percakapan yang muncul siang itu tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga perlindungan bagi pekerja.
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam Sekupang menggelar kegiatan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Melalui Masjid. Program ini menyasar imam, gharim, marbot, serta pekerja informal di sekitar masjid yang selama ini belum seluruhnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Baca Juga: Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Batam Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang Budi Pramono hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Bidang Kepesertaan Zaid Afkar dan tim kepesertaan. Mereka memaparkan manfaat program Bukan Penerima Upah (BPU) kepada masyarakat pekerja mandiri seperti pedagang, pengusaha kecil, serta pengurus masjid.
Program BPU merupakan skema perlindungan jaminan sosial bagi pekerja yang tidak memiliki hubungan kerja formal dengan perusahaan. Melalui program ini, peserta memperoleh perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun risiko meninggal dunia.
Budi Pramono menilai pendekatan melalui masjid memberi ruang yang lebih dekat dengan masyarakat. Masjid, menurut dia, bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial warga.
“Masjid menjadi tempat yang strategis untuk menyampaikan literasi jaminan sosial,” ujar Budi.
Ia menjelaskan bahwa pekerja informal sering menghadapi kerentanan ketika terjadi kecelakaan kerja atau musibah lain. Tanpa perlindungan jaminan sosial, dampak ekonomi dapat langsung dirasakan oleh keluarga.
“Risiko kerja tetap ada,” kata Budi.
Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja mandiri. Sosialisasi melalui komunitas menjadi salah satu pendekatan yang dipilih.
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang Zaid Afkar menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari strategi memperluas cakupan kepesertaan di sektor informal. Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif menjangkau pekerja yang tersebar di lingkungan masyarakat.
“Kami ingin menjangkau pekerja informal melalui lingkungan komunitas,” kata Zaid.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPJS Ketenagakerjaan membuka booth layanan informasi di area masjid. Warga yang hadir dapat menanyakan manfaat program BPU serta syarat pendaftaran kepesertaan. Materi sosialisasi juga dibagikan kepada jamaah, pedagang di sekitar masjid, serta warga yang menjalankan usaha mandiri.
Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Melalui Masjid merupakan bagian dari strategi BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan literasi dan kepesertaan jaminan sosial di tengah masyarakat. Masjid serta lingkungan RT dan RW dipandang sebagai simpul penyebaran informasi yang dekat dengan kehidupan warga.
BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang berencana memperluas kegiatan serupa ke sejumlah masjid lain di Kota Batam. Melalui pendekatan tersebut, lembaga ini berharap semakin banyak pekerja informal memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Baca Juga: Mudik Lebaran, BPJS Kesehatan Batam Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









