HAMBURG (gokepri) – Prancis dan Portugal akan kembali bertemu dalam ajang Kejuaraan Eropa, kali ini di babak perempat final Piala Eropa 2024, 5 Juli. Perhatian utama laga ini tentu tertuju pada dua kapten, Kylian Mbappe dan Cristiano Ronaldo.
Pertandingan di Volksparkstadion, Hamburg, mempertemukan dua tim terkuat di Euro 2024. Namun, performa kedua tim sejauh ini belum terlalu meyakinkan.
Baca: Diogo Costa Pahlawan Portugal usai Tepis Tiga Penalti Slovenia
Prancis berhasil mencapai perempat final untuk keenam kalinya dalam tujuh turnamen besar terakhir. Uniknya, belum ada pemain mereka yang mencetak gol dari open play alias permainan terbuka.
Les Bleus hanya mencetak tiga gol dalam empat pertandingan, dengan rincian satu penalti oleh Mbappe dan dua gol bunuh diri lawan, termasuk gol Jan Vertonghen yang membuat mereka menang 1-0 atas Belgia di babak 16 besar.
Mbappe (25 tahun) masih terkendala cedera patah hidung yang diderita pada laga pembuka melawan Austria. Cedera tersebut membuatnya absen saat bermain imbang tanpa gol melawan Belanda.
Pemain baru Real Madrid itu belum dalam performa terbaiknya sejak pulih. Tendangan penalti yang ia cetak ke gawang Polandia menjadi satu-satunya gol yang ia hasilkan dalam tujuh penampilan di Euro kali ini.
“Saya rasa kita semua kurang memperhatikan fakta bahwa hidungnya patah,” kata asisten pelatih Prancis Guy Stephan pada 3 Juli.
“Ini bukan alasan, tapi dia trauma akibat benturan itu. Tidak mudah bermain dengan mengenakan pelindung wajah. Dia juga mengalami akhir musim yang melelahkan. Tapi Kylian tetaplah Kylian. Dia nyaris mencetak satu gol per pertandingan untuk kami sejak 2021.”
Keunggulan lain Prancis adalah lini belakang mereka yang baru kebobolan satu gol, yaitu penalti yang dieksekusi oleh Robert Lewandowski dari Polandia.
Sementara itu, Portugal membutuhkan adu penalti untuk mengalahkan Slovenia di babak 16 besar setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Kiper Diogo Costa menjadi pahlawan Portugal dengan menepis ketiga penalti Slovenia. Namun, pertandingan itu juga diwarnai air mata Ronaldo setelah tendangan penaltinya digagalkan di masa perpanjangan waktu.
Ambisi pemain berusia 39 tahun itu untuk menjadi pencetak gol tertua sepanjang turnamen juga terhambat karena ia gagal dalam sejumlah peluang emas.
Hal ini semakin memperkuat opini bahwa Ronaldo justru menghambat tim Portugal yang berbakat.
Namun, pelatih Roberto Martinez tetap membela mantan bintang Real Madrid tersebut, yang poster-posternya dulu menghiasi dinding kamar Mbappe kecil.
“Emosi itu luar biasa bagi seseorang yang telah memenangkan dan mengalami segalanya,” kata Martinez. “Dia tidak perlu terlalu memikirkan hal itu. Justru karena itulah saya berterima kasih padanya karena apa adanya.”
“Kami adalah sekelompok pemain yang solid dan itu memberi kami lebih banyak kekuatan, sehingga Diogo bisa menyelamatkan ketiga penalti,” kata bek Portugal Nuno Mendes tentang air mata Ronaldo.
Portugal menang 2-1 atas Republik Ceko pada pertandingan pembuka mereka dan kemudian mengalahkan Turki 3-0. Artinya, mereka lebih produktif dibandingkan Prancis dalam urusan mencetak gol.
Namun, Portugal menelan kekalahan 2-0 dari Georgia dengan menurunkan tim lapis kedua di laga terakhir grup.
Kekalahan tersebut terjadi setelah mereka memastikan posisi teratas klasemen grup. Namun, ini juga berarti Portugal sudah tidak mencetak gol selama lebih dari empat jam.
Sekarang Portugal harus berusaha menembus pertahanan Prancis yang kokoh. Sementara itu, Didier Deschamps, pelatih runner-up Piala Dunia 2022, perlu mencari pengganti di lini tengah untuk Adrien Rabiot yang terkena skorsing.
Kedua tim pernah bertemu di fase grup Euro 2021. Saat itu, Ronaldo mencetak dua gol penalti untuk Portugal yang bermain imbang 2-2 melawan Prancis.
Menariknya, dalam sejarah pertemuan mereka di babak knockout, pemenang selalu berhasil mengangkat trofi.
Baca: Gol Bunuh Diri di Menit Akhir Loloskan Prancis ke Perempat Final Piala Eropa 2024
Portugal memenangkan final Euro 2016 melawan Prancis melalui perpanjangan waktu di Paris. Prancis menang di semifinal Euro 1984 melalui gol Michel Platini di perpanjangan waktu, dan melalui gol penalti emas Zinedine Zidane di semifinal Euro 2000.
Ada juga semifinal Piala Dunia 2006 di Munich, tepat 18 tahun sebelum pertandingan 5 Juli, di mana Zidane kembali membawa Prancis meraih kemenangan.
Ronaldo, yang mengatakan ini akan menjadi Euro terakhirnya, adalah salah satu dari hanya dua pemain yang tampil pada laga tersebut dan juga berpartisipasi di Euro 2024. Pemain lainnya adalah Willy Sagnol, yang kini melatih Georgia hingga babak 16 besar. AFP
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







