Gol Bunuh Diri di Menit Akhir Loloskan Prancis ke Perempat Final Piala Eropa 2024

prancis
Randal Kolo Muani merayakan gol timnya ke gawang Belgia. Foto: Reuters

Dusseldorf, Jerman (gokepri) – Prancis meraih kemenangan tipis 1-0 atas Belgia yang tampil mengecewakan pada laga 16 besar Piala Eropa 2024 tadi malam. Gol bunuh diri Jan Vertonghen di menit ke-85, yang berasal dari tembakan liar Randal Kolo Muani, memastikan langkah Les Bleus ke perempat final. Meski lini depan tumpul lagi, Prancis berhak bersorak.

Prancis tampil lebih dominan meski laga berjalan alot. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka kesulitan mencetak gol. Sebuah skema serangan yang mengalir, diakhiri sepakan N’Golo Kante, akhirnya membuka ruang bagi pemain pengganti Kolo Muani. Ia melepaskan tembakan yang tak sempurna, namun bola liar tersebut membentur Vertonghen dan mengecohi kiper Koen Casteels.

Baca: Prancis Raih Kemenangan 1-0 atas Austria, Mbappe Cedera Hidung

HBRL

Prancis akan menghadapi Portugal di perempat final yang digelar di Hamburg pada 5 Juli.

Kemenangan ini terasa janggal karena Prancis belum sekalipun mencetak gol dari permainan terbuka (open play) sepanjang turnamen. Dua gol mereka berasal dari bunuh diri lawan dan satu penalti Kylian Mbappe.

Pelatih Didier Deschamps mencoba berbagai kombinasi di lini depan. Bahkan gelandang dan pemain belakang pun ikut “tertular” dengan tembakan-tembakan kurang akurat. Namun, Deschamps tetap fokus pada sisi positif.

“Kami punya kemampuan untuk mencetak lebih banyak gol. Ini sudah terjadi sejak awal Euro, tapi bukan berarti kami tidak bisa mencetak gol. Kami tidak ingin ini menjadi beban mental,” ujarnya.

Deschamps, yang berambisi menjadi orang pertama yang menjuarai Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa sebagai pemain dan pelatih, paham betul bahwa yang terpenting bukanlah gaya bermain, melainkan pencapaian tim.

“Kami melakukan banyak hal bagus. Kami harus menikmatinya. Kami di perempat final, mereka pulang,” tegas Deschamps. “Ini kebiasaan yang bagus.”

Baca: Belanda vs Prancis Imbang 0-0, Semakin Dekat ke 16 Besar Piala Eropa 2024

Bagi Belgia, generasi emas mereka yang dulu bersinar kini seperti kehilangan kilaunya. Mereka tersingkir cepat di turnamen ini, sekali lagi, setelah tampil minim ambisi meski memiliki banyak talenta.

Pertemuan antara tim peringkat dua (Prancis) dan tiga (Belgia) dunia ini berlangsung sangat hati-hati. Keduanya lolos ke fase knockout dengan hanya mencetak dua gol dari tiga pertandingan fase grup. Belgia terlihat sengaja memperlambat tempo permainan. Kevin de Bruyne pun kerap berada di depan barisan pertahanan mereka.

Peluang emas di babak pertama hanya didapatkan Prancis pada menit ke-34. Umpan silang Jules Kounde disambut sundulan melebar oleh Marcus Thuram.

Setelah turun minum, Aurelien Tchouameni memaksa Koen Casteels melakukan penyelamatan pertamanya. Mbappe yang selalu hidup nyaris mencetak gol, namun sepakannya tak tepat sasaran. Serangan balik Belgia yang jarang terjadi digagalkan oleh tekel brilian Theo Hernandez saat Yannick Carrasco hendak melepaskan tembakan. Romelu Lukaku dan De Bruyne sempat mengancam gawang Mike Maignan.

Prancis terus menekan, namun penyelesaian akhir yang buruk kembali menghantui mereka. William Saliba dan Mbappe sama-sama melepaskan tembakan yang jauh melebar sebelum akhirnya Kolo Muani menjadi pahlawan kemenangan.

“Kami menikmati ini, kami menekan keras, kami memiliki banyak peluang tapi selalu melebar,” ujar Kolo Muani, yang nyaris menjadi pahlawan Prancis di final Piala Dunia 2022.

“Saya beruntung (dengan gol tersebut). Pelatih meminta saya untuk membawa energi, untuk membawa bahaya dengan kecepatan saya.”

Bagi Belgia, tersingkir dengan penampilan yang loyo menambah catatan buruk mereka di Kejuaraan Eropa sejak menjadi runner-up pada 1980. Mereka tersingkir di perempat final dalam dua edisi terakhir, dan bahkan gagal lolos kualifikasi dalam enam dari tujuh edisi sebelumnya.

“Kami punya peluang, tapi tidak banyak. Kemudian mereka mencetak gol dan tidak ada cukup waktu untuk bereaksi,” kata De Bruyne.

“Kami bertahan dengan cukup baik tapi kemudian bola liar terjadi. Ini memalukan, tapi itulah sepak bola.” REUTERS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Pos terkait