Batam (gokepri.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali gencar melakukan razia protokol kesehatan. Mengingat jumlah kasus Covid-19 terus melonjak.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Satpol PP, Polri, TNI, Ditpam BP Batam dan sejumlah instansi lainnya. Hasilnya banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.
Sejumlah tempat makan juga ditemukan banyak yang melanggar karena beroperasi menyalahi jumlah kapasitas yang sudah ditentukan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam, Reza Khadafi mengatakan pihaknya menurunkan 100 personil yang diturunkan.
- Baca Juga : Ada Lonjakan Kasus Covid-19 di Batam, Masyarakat Diminta Terus Tingkatkan Protokol Kesehatan
Menyasar empat kecamatan yang berada di zona merah, oranye, dan kuning. Empat kecamatan tersebut di antaranya Batamkota yang merupakan zona merah, Bengkong, dan Batuampar.
“Kita langsung bubarkan tempat-tempat keramaian yang melanggar protokol kesehatan,” kata Reza, Senin 7 Februari 2022.
Menurutnya prioritas utama untuk disisir itu adalah zona merah, dan Oren. Pihaknya berharap masyarakat dapat kembali meningkatkan protokol kesehatan.
“Kami sudah ingatkan dan diharapkan mereka patuh. Nanti kami akan turun kembali, kalau masih membandel akan kami tutup sesuai dengan edaran yang ada,” katanya.
Reza mengatakan razia protokol kesehatan akan terus dilakukan. Dalam satu Minggu tim akan turun paling tidak tiga kali.
Kegiatan ini akan ditingkatkan kembali, sampai jumlah kasus mengalami penurunan, dan Batam kembali ke zona hijau dengan zero kasus. Penyisiran akan dilakukan di pagi, sore, hingga malam.
- Baca Juga : Ditemukan 10 Kasus Aktif Baru Covid-19, Rudi Minta Masyarakat Tak Kendor Jalankan Protokol Kesehatan
“Kalau sore misalnya di pasar kaget, pagi juga bisa di pasar, dan tempat makan di malam harinya. Ini upaya tim gabungan dalam mengendalikan penyebaran Covid-19,” terangnya.
Reza menyebutkan razia Protkes ini ada yang makro dan mikro. Khusus untuk makro ini merupakan tim gabungan yang turun seperti tadi malam. Sedangkan mikro dibantu camat dan lurah dengan menyisir di lokasi masing- masing wilayah kerja.
“Ini akan diturunkan terus. Jadi saya berharapnya tidak ada lagi yang melanggar, dan tingkat kesadaran bisa terus ditumbuhkan,” katanya.
(Penulis : Romadi)









