SURABAYA (gokepri.com) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD belum lama ini dikabarkan masuk ke area bursa bakal calon wakil presiden (cawapres), ia pun memberi tanggapan tegas.
Dalam keterangannya saat halal bihalal Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 29 April 2023 malam, Mahfud menegaskan saat ini belum waktunya bagi dirinya masuk arena bursa cawapres di Pemilu 2024.
Nama-nama yang bergulir di tengah masyarakat saat ini, kata dia masih menjadi wewenangn partai politik.
“Itu ‘kan permainan bolanya masih di partai politik lalu sekarang menjadi urusan masyarakat dan nanti ketemu di situ,” kata dia.
Pernyataan itu disampaikannya karena belakangan ini ia ramai disebut-sebut oleh para pengamat politik berpotensial sebagai salah satu bakal cawapres pada Pemilu Presiden 2024.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan mulai 19 Oktober hingga 25 November 2023.
Belum lama di kediamannya, kompleks Menteri Kuningan, Jakarta, menyambut silaturahmi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam pertemuan tertutup.
Ketua Umum Partai Gerindra dipastikan akan kembali mencalonkan diri pada Pemilu presiden 2024. Pertemuannya dengan Menko Polhukam Mahfud MD dikabarkan dalam rangka sedang mencari pasangan cawapres untuk mendampinginya.
Mahfud berdalih pertemuan dengan Prabowo dalam rangka politik, ia mengatakan pertemuan itu dalam rangka silaturahmi Lebaran.
“Saya diundang ceramah ke rumahnya di Hambalang. Tidak ada lamaran menjadi cawapres,” ujarnya.
Meski merasa belum waktunya masuk bursa cawapres, tapi Mahfud enggan menanggapi pertanyaan terkait kesiapannya jika dilamar menjadi cawapres.
“Saya tidak bilang siap atau tidak siap. Itu nanti atau belum waktunya. Nanti saya bicara kalau sudah konkret saja,” ucapnya.
Saat ini kata dia dirinya masih fokus bekerja sebagai Menko Polhukam. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah upaya evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang masih di Sudan dan terjebak di area konflik militer.
“Sudah 1.100 WNI yang dievakuasi dari Sudan. Ada beberapa WNI yang belum dievakuasi karena lokasinya jauh atau susah dijangkau,” katanya.
Saat ini Mahfud juga mengatakan sedang merumuskan langkah-langkah strategis untuk memberantas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
Baca Juga: Mahfud MD Masuk Bursa Calon Wakil Presiden 2024
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara








