Libur Nataru, Penumpang Bandara Hang Nadim Batam Tembus 244 Ribu

Jumlah penumpang bandara hang nadim
Pjs. Direktur Utama Bandara Internasional Batam Annang Setia Budhi bersama Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Alexander Zulkarnain melepas penumpang terakhir tahun 2025 di Bandara Internasional Batam, Senin (31/12), menandai penutup layanan penerbangan sepanjang tahun dan refleksi kinerja bandara selama periode Natal dan Tahun Baru. GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

BATAM (gokepri) – Arus penumpang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam menunjukkan tren meningkat. Selama masa angkutan Nataru, jumlah penumpang dan penerbangan naik sekitar lima persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data tersebut dirilis seiring penutupan Posko Terpadu Angkutan Nataru di Bandara Hang Nadim, yang beroperasi selama 19 hari sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Direktur Operasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anton Marthalius, menyebutkan total penumpang yang dilayani selama periode tersebut mencapai 244.339 orang dengan 1.701 pergerakan pesawat. Jumlah ini meningkat 5,3 persen dibandingkan Nataru 2024 yang melayani 231.932 penumpang.

“Secara umum pelaksanaan Posko Nataru berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa kejadian menonjol,” kata Anton saat penutupan posko, Senin (5/1/2026).

Selama masa libur, rata-rata pergerakan pesawat mencapai 95 penerbangan per hari dengan jumlah penumpang sekitar 13.197 orang. Angkutan kargo juga tetap stabil, dengan rata-rata 96,1 ton per hari.

Lonjakan tertinggi arus penumpang tercatat pada dua momen. Menjelang Natal, puncak terjadi pada 24 Desember 2025 dengan 15.743 penumpang dan 103 pergerakan pesawat. Sementara arus balik usai Tahun Baru memuncak pada 3 Januari 2026, mencapai 18.033 penumpang dan 109 penerbangan.

Kenaikan mobilitas ini turut ditopang oleh pengoperasian penerbangan tambahan. Dari 157 pengajuan extra flight, sebanyak 113 penerbangan atau sekitar 72 persen berhasil direalisasikan.

“Tidak seluruh pengajuan dapat dilayani karena mempertimbangkan tingkat keterisian serta persetujuan dari Kementerian Perhubungan,” ujar Anton.

Dari sisi rute, Jakarta (Soekarno-Hatta) menjadi tujuan terpadat dengan sekitar 35 ribu penumpang. Rute lainnya yang ramai meliputi Kuala Namu (20 ribu), Pekanbaru (16 ribu), Surabaya (8.700), Palembang (8.400), dan Padang (7.700) penumpang.

Lion Air Group menyumbang porsi terbesar penumpang dengan pangsa 39 persen, disusul Citilink 24 persen dan Super Air Jet 20 persen. Tingkat keterisian kursi selama periode Nataru tercatat rata-rata 78 persen.

Anton menilai kelancaran operasional tidak lepas dari koordinasi lintas instansi, mulai dari maskapai, ground handling, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, hingga dukungan TNI dan Polri. Dari sisi cuaca, koordinasi dengan BMKG memastikan operasional berjalan tanpa gangguan berarti.

“Beberapa keterlambatan sempat terjadi, namun masih dalam batas operasional dan dapat ditangani sesuai prosedur,” ujarnya.

Dengan berakhirnya libur panjang, aktivitas penerbangan diperkirakan berangsur normal. Anton menyebut capaian Nataru tahun ini menjadi bekal penting untuk peningkatan pelayanan ke depan.

Baca Juga: Bandara Hang Nadim Batam Tutup 2025 dengan Lepas Penumpang Terakhir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait