BATAM (gokepri) — Bandara Internasional Hang Nadim Batam melepas penumpang terakhir tahun 2025 pada Senin, 31 Desember. Momen penutup tahun itu berlangsung di tengah catatan trafik penerbangan yang masih tumbuh, meski tipis, sepanjang libur Natal dan Tahun Baru.
Selama periode 18–30 Desember 2025, bandara ini melayani 1.236 pergerakan pesawat, baik kedatangan maupun keberangkatan. Jumlah penumpang yang dilayani mencapai 173.217 orang.
Pelaksana tugas Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, mengatakan angka tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan periode Natal tahun sebelumnya. Pergerakan pesawat meningkat sekitar 5,1 persen, sementara jumlah penumpang tumbuh 1,86 persen.
“Peningkatannya memang tidak besar, tetapi konsisten. Ini menjadi sinyal bahwa mobilitas masyarakat tetap terjaga,” kata Annang.
Pelepasan penumpang terakhir tahun ini dilakukan secara simbolis sebagai penanda berakhirnya pelayanan penerbangan sepanjang 2025. Annang menyebut momen itu sekaligus menjadi refleksi bagi pengelola bandara dalam menjaga mutu layanan di tengah periode padat penumpang.
“Kami ingin memastikan setiap penumpang merasa aman dan nyaman, dari awal hingga akhir perjalanan,” ujarnya.
Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, menilai bandara memiliki peran strategis sebagai wajah pelayanan publik dan pintu masuk utama daerah. Menurut dia, kualitas layanan bandara turut memengaruhi citra Batam di tingkat nasional maupun internasional.
Alexander juga menyampaikan simpati kepada masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah sekitar Batam, serta mengapresiasi kerja seluruh pihak yang terlibat menjaga kelancaran operasional selama masa libur akhir tahun.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan udaranya melalui Bandara Internasional Batam sepanjang 2025,” kata Alexander.
Memasuki 2026, BP Batam berharap kolaborasi antara pengelola bandara, pemerintah, dan aparat keamanan terus diperkuat. Peningkatan layanan dinilai penting untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung posisi Batam sebagai kawasan investasi strategis.
Baca Juga: Bandara Hang Nadim Pastikan Video Viral Bukan Aksi Teror
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







