Karimun (gokepri.com) – Aktivitas jual beli di pasar tradisional Tanjungbalai Karimun sepi usai perayaan tahun baru 2024.
Pasar Puan Maimun yang berada di kawasan Kolong contohnya, lapak pedagang di pasar terbesar di Karimun itu kebanyakan masih kosong.
Terlebih lapak pedagang sayur dan pedagang ayam.
“Hari kedua tahun baru, pedagang banyak yang tidak berjualan,” ujar Ani, warga Karimun yang berbelanja ke Pasar Puan Maimun, Selasa, 2 Desember 2024.
Maklum, rata-rata pedagang sayur di Pasar Puan Maimun merupakan umat kristiani.
“Mungkin pedagang itu masih penat usai merayakan tahun baru,” ujar ibu dua anak ini.
Karena kebutuhan dapurnya sudah tak ada lagi di rumah, Ani terpaksa berbelanja seperlunya saja.
Kendati begitu, dia tetap tak dapat memenuhi semua kebutuhan belanjanya.
“Cabai merah betul-betul kosong, tak ada yang jualan,” ungkapnya.
Menurut dia, kalaupun ada yang jual cabai merah, itu pun kondisinya sudah lembek. Bahkan pembeli harus memilih menggunakan kantong kresek agar tangannya tidak lengket.
Bukan hanya mengalami kelangkaan, harga cabai merah di Karimun informasinya juga mengalami kenaikan.
“Tadi saya tanya ibu-bu yang lain harga cabai naik,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra








