Kualitas Udara di Tanjungpinang Ancam Kesehatan Peserta Didik

kualitas udara di tanjungpinang
Ilustrasi. Kualitas udara di Tanjungpinang tidak sehat, peserta didik diminta pakai masker. Foto: Freepik.com

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kualitas udara di Tanjungpinang masuk kategori tidak sehat dan mengancam kesehatan peserta didik.

Kasi Peserta didik SMP Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Indri Zamar mengatakan pihaknya mengambil langkah sepihak agar peserta didik belajar menggunakan masker dan mengurangi kegiatan belajar mengajar di luar ruangan.

“Kita serukan secara tertulis aja melalui WA (WhatsApp) agar mengunakan masker saat pembelajaran,” kata dia saat ditemui di Tanjungpinang, Senin 9 Oktober 2023.

Baca Juga: BPBD Beberkan 3 Daerah Rawan Karhutla di Kepri

Langkah itu diambil mengingat kondisi udara di Tanjungpinang yang tidak sehat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

“Kita juga masih menunggu surat resmi dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) ,”kata dia.

Sebelumnya, Kepala BPBD Provinsi Kepri, Muhammad Hasbi mengatakan, pihaknya telah menerima informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKHK) bahwa di Kepri khususnya Kota Batam sedang mengalami kabut asap dampak dari kebakaran hutan yang terjadi di Riau.

Ia menjelaskan, kini status udara di Batam ditandai dengan warna kuning. Hasil dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kepri, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang, saat ini dalam kategori tidak sehat.

Adapun penilaian berdasarkan berikut, standar warna hijau (0-50) kualitas udara sangat baik, biru (51-100) kualitas baik, kuning (101-200) kualitas udara tidak baik.

Kemudian merah (201-300) kualitas udara sangat tidak baik, dan hitam (>=300) kualitas udara membahayakan.

“Hasil penilaian dari ISPU indeks kualitas udara di Batam bernilai 126 dan Tanjungpinang 123. Hal ini menandakan kualitas udaranya tidak sehat,” ungkap Hasbi.

Ia juga mengimbau, kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar selalu waspada dan menggunakan masker agar tidak terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akit (ISPA) akibat kabut asap.

“Kepada seluruh masyarakat saya mengimbau, pada saat melakukan aktivitas di luar rumah agar selalu waspada dan menggunakan masker agar terhindar dari ISPA,” imbaunya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait