JAKARTA (gokepri) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN menjamin pasokan gas untuk industri di Jawa Barat dan sebagian Sumatra kembali pulih. Kepastian ini mengakhiri keluhan sejumlah industri yang sempat menyetop produksi karena terbatasnya suplai.
PGN mengklaim telah meningkatkan pasokan setelah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, dan PT Pertamina (Persero). Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan tekanan gas dalam pipa sudah stabil. Peningkatan pasokan ini berkat tambahan gas yang masuk ke dalam jaringan pipa.
PGN juga mendapat konfirmasi pasokan tambahan lainnya untuk menjaga keandalan operasional. “Upaya ini bukti sinergi PGN dan berbagai pihak terkait menjamin kelangsungan layanan kepada pelanggan,” kata Fajriyah berdasarkan keterbukaan informasi, Senin (18/8).
PGN menyatakan akan terus berupaya memastikan ketersediaan pasokan gas bumi untuk menunjang operasional seluruh pelanggan, terutama sektor industri yang punya efek berantai signifikan terhadap perekonomian nasional. Meski begitu, PGN juga mengingatkan pelanggan agar mengendalikan pemakaian gas. “Kami mengapresiasi dukungan penuh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Kami terus berkoordinasi aktif mencari solusi terbaik menjaga pasokan gas berkelanjutan,” ujar Fajriyah.
Sebelumnya, sejumlah industri pengguna gas bumi mengeluhkan pembatasan suplai yang memicu penyetopan produksi. Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan, mengungkapkan para pengusaha saat ini mendapatkan alokasi gas industri tertentu (AGIT) untuk liquefied natural gas (LNG) sebesar 52% dengan harga $17,8 per MMBtu. “Itu dari harga dasar regasifikasi $14,8 per MMBtu dan surcharge 120%, sedangkan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) $7 per MMBtu hanya 48% sehingga harga rata-rata menjadi $12,6 per MMBtu,” kata Yustinus.
Yustinus kembali menagih ketersediaan pasokan gas sesuai alokasi dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 76 Tahun 2025 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu. Dia optimistis pemerintah sedang mencari cara agar implementasi HGBT terlaksana penuh. “Pelaksanaan sepenuhnya Peraturan Presiden dan Kepmen sangat penting dan genting untuk kelangsungan industri termasuk menjaga kepercayaan investor,” ujarnya. BISNIS.COM
Baca Juga: Konektivitas Gas Bumi: PGN Targetkan Pipa Tersambung dari Sumatera hingga Jawa Timur
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








