KPU Batam Umumkan Rancangan Dapil, Masyarakat Diminta Menanggapi

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Batam William Seipattiratu. Foto: Istimewa

BATAM (gokepri.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam telah mengumumkan rancangan penataan daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2024. Ada dua rancangan yang dibuat, masyarakat diminta berpendapat.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Batam William Seipattiratu mengatakan pihaknya menyusun 2 rancangan yakni 6 dapil dan 7 dapil.

Untuk rancangan 6 dapil, komposisi wilayah kecamatan masih sama dengan dapil Pemilu 2019.

“Komposisi wilayahnya tidak berubah tapi ada pergeseran jumlah alokasi kursi karena basis penataan dapil adalah jumlah penduduk,” ujar William.

Mantan wartawan ini mengatakan KPU telah menerima daftar agregat kependudukan per kecamatan (DAK2) dari Kementerian Dalam Negeri dan melalui keputusan KPJ nomor 457 tahun 2022, jumlah penduduk kota Batam adalah 1.207.082 orang.

“Keputusan ini menjadi dasar dan data pendukung untuk kami menata dapil,” katanya.

Sesuai DAK2 tersebut ada pergeseran jumlah alokasi kursi anggota DPRD Batam pada Pemilu 2024 nanti yakni dapil 2 meliputi kecamatan Batuampar dan Bengkong yang pada Pemilu 2019 sebanyak 8 kursi menjadi 7 kursi.

Sedangkan dapil 3 meliputi kecamatan Nongsa, Seibeduk, Galang dan Bulang pada Pemilu 2019 sebanyak 8 kursi menjadi 9 kursi pada Pemilu 2024.

“Ini jika masih pakai rancangan 6 dapil sebagaimana Pemilu 2019. Pergeseran jumlah alokasi kursi ini karena adanya pertambahan penduduk,” ujar William.

Sedangkan untuk dapil lainnya dalam rancangan penataan saat ini tidak mengalami perubahan jumlah alokasi kursi.

Rinciannya dapil 1 (Lubukbaja-Batamkota) sebanyak 12 kursi, dapil 4 (Sagulung) 9 kursi, dapil 5 (Batuaji) 6 kursi dan dapil 6 (Sekupang – Belakangpadang) 7 kursi.

“Total jumlah kursi anggota DPRD Kota Batam masih 50,” ujarnya.

Sementara itu, untuk rancangan 7 dapil, komposisi wilayah kecamatan berbeda dari Pemilu 2019.

William merinci 7 dapil tersebut yakni dapil kota Batam 1 (Lubukbaja – Batamkota), dapil kota Batam 2 (Batuampar – Bengkong), dapil 3 (Nongsa – Galang – Bulang), dapil kota Batam 4 ( Seibeduk), dapil kota Batam 5 (Sagulung), dapil kota Batam 6 (Batuaji) dan dapil kota Batam 7 (Sekupang – Belakangpadang.

“Alokasi kursi untuk 7 dapil ini yakni dapil 1 sebanyak 12 kursi, dapil 2 sebanyak 7 kursi, dapil 3 sebanyak 5 kursi, dapil 4 sebanyak 4 kursi, dapil 5 sebanyak 9 kursi, dapil 6 sebanyak 6 kursi dan dapil 7 sebanyak 7 kursi. Total jumlah alokasi kursi tetap 50” beber William.

Ia meminta masyarakat kota Batam termasuk pemerintah daerah, partai politik, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan masukan dan tanggapan terhadap rancangan dapil yang diumumkan tersebut.

Masukan dan tanggapan masyarakat sangat penting karena KPU Batam akan melakukan uji publik terhadap rancangan dapil yang disusun tersebut.

“Sesuai tahapan, KPU Batam menerima masukan dan tanggapan masyarakat selama 7 hari mulai tanggal 23 – 29 November 2022,” kata William.

Tanggapan dibuat secara tertulis ke KPU Batam dilengkapi surat pengantar resmi bagi lembaga, badan, ormas atau partai politik atau identitas diri berupa KTP elektronik bagi perorangan.

Masukan dan tanggapan masyarakat dapat diantar langsung ke kantor KPU Batam atau melalui sarana teknologi informasi  helpdesk.kpu.go.id/tanggapan.

Baca Juga: KPU Batam Tuntaskan Verifikasi Faktual 2.660 Anggota Parpol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

BAGIKAN