BATAM (gokepri) – Ketua DPW Partai NasDem Kepulauan Riau, Amsakar Achmad, secara terbuka mempertanyakan kelayakannya memimpin DPW di tengah dinamika internal partai. Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat konsolidasi DPW dan DPD se-Kepri yang digelar untuk menyatukan kembali langkah politik kader di daerah.
Amsakar menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum memulihkan solidaritas dan menghentikan gesekan yang sempat muncul. “Rapat ini sangat penting. Ini menjadi pintu untuk merekatkan kembali bagaimana solidaritas itu terbangun,” ujarnya, Sabtu, 6 Desember 2025.
Ia mengakui masih ada dua daerah yang perlu diselaraskan agar struktur partai kembali berjalan seragam. Di hadapan kader, Amsakar bahkan meragukan apakah ia masih layak memegang amanah sebagai Ketua DPW NasDem Kepri. “Apakah saya layak memegang DPW ini? Apakah saya bisa memobilisasi potensi yang ada?” ucapnya.
Amsakar menilai cara pandang yang keliru terhadap politik sering menjadi pemicu konflik internal. Menurutnya, jika politik hanya dipahami sebagai upaya memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, potensi pertentangan antarkader akan terus membesar. Karena itu ia meminta seluruh kader menghentikan diskursus yang kontraproduktif dan tidak lagi membawa persoalan masa lalu. “Yang diperlukan sekarang adalah keseragaman sikap. Saya sampai detik ini pun belum tahu apakah akan dilanjutkan atau tidak sebagai ketua. Tapi kita harus satu suara,” katanya.
Ia juga menyinggung amanah besar yang pernah ia terima, termasuk kepercayaan dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. “Saya punya hutang budi besar kepada Pak Surya Paloh. Karena itu saya masih mempertimbangkan secara serius apakah saya mampu mengemban tugas sebagai Ketua NasDem Kepri,” ujarnya.
Terkait kekuatan elektoral, Amsakar menegaskan NasDem masih memiliki posisi signifikan di Kepri menjelang agenda politik mendatang. “NasDem tetap diperhitungkan. Jangan sampai kita melemah karena persoalan internal,” tegasnya.
Sekretaris DPW NasDem Kepri, Muhammad Kamaluddin, menyampaikan bahwa rapat konsolidasi ini sekaligus mempererat komunikasi politik dan memastikan struktur partai tetap bergerak. Ia mengatakan konsolidasi rutin menjadi kunci menjaga kekompakan kader, terutama setelah absennya beberapa figur senior seperti Nyat Kadir, Nurdin Basirun, dan Muhammad Rudi.
“Kadang-kadang kondisi yang ada membuat kita harus semakin sering berkonsolidasi. Kita harus tetap kompak, bersatu, dan terus berjuang membesarkan partai,” ujarnya.
Kamaluddin menjelaskan bahwa instruksi untuk menggelar konsolidasi datang langsung dari Ketua DPW NasDem Kepri dengan tujuan memperkuat barisan mulai dari DPW hingga DPD agar kemenangan NasDem di Kepri tetap terjaga. Ia menyebut kondisi DPD di seluruh Kepri masih on the track dan menunjukkan militansi tinggi. Namun ia mengingatkan agar semangat tersebut tidak kendor menjelang agenda politik besar, termasuk Pemilu 2029.
“Partai ini harus terus bergerak, jangan sampai tidak ada kegiatan. Tantangan Pemilu 2029 akan berbeda dengan pemilu sebelumnya. Banyak perubahan aturan yang sedang dipersiapkan pemerintah pusat,” tegasnya.
Baca Juga: Arah Baru NasDem Kepri di Tangan Amsakar Achmad
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







