Komodo vs Truk: Taman Nasional Komodo Tutup Sementara

Komodo vs truk
Foto komodo menghadang truk di Pulau Rinca, NTT, yang viral akhir pekan lalu. (Istimewa)

Manggarai Barat, NTT (gokepri.com) – Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur, tutup sementara waktu mulai hari ini, Senin (26/10/2020). Penutupan setelah foto komodo yang menghalangi truk viral di media sosial.

Penutupan Loh Buaya Resort di Pulau Rinca, salah satu dari tiga pulau besar taman nasional, dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni 2021, tetapi akan dievaluasi setiap dua minggu, menurut pengumuman resmi yang dikeluarkan kemarin.

Pengumuman terbaru ini diambil untuk mempercepat pembangunan yang sedang berlangsung di situs tersebut setelah foto antara komodo dan sebuah truk menjadi viral selama akhir pekan lalu. Foto itu rupanya meningkatkan kesadaran dan kekhawatiran yang meluas di kalangan netizen tentang masa depan spesies komodo.

Belum jelas siapa yang mengambil foto tersebut. Foto tersebut telah membantu memunculkan tagar trending #SaveKomodo, sementara petisi yang mendesak pencabutan izin pembangunan di taman tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 341.000 orang.

Menurut Kawan Baik Komodo, sebuah gerakan melindungi Taman Nasional Komodo dan lingkungan di Nusa Tenggara Timur (NTT), kini ada perintah pelarangan pengambilan foto di Pulau Rinca, seperti yang diposting di tweet di bawah ini:

Taman Nasional Komodo, didirikan pada 1980. Terbentang di tiga pulau besar yaitu Komodo, Rinca, dan Padar, serta 26 pulau kecil, dengan luas total sekitar 1.800 kilometer persegi.

Taman Nasional itu dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Meski taman ini awalnya didirikan untuk melestarikan komodo dan dimaksudkan untuk melindungi spesies lain, termasuk spesies laut, taman ini juga telah ditandai sebagai objek wisata besar oleh pemerintah Indonesia.

Oktober lalu, pemerintah mengumumkan rencana mengubahnya sebagian seperti gaya “Jurassic Park”.

Aktivis dan penduduk setempat sebelumnya mengatakan bahwa proyek pembangunan itu berpotensi merusak habitat alami komodo.

(Can/coconuts.co)

Editor: Candra Gunawan

Baca Juga: