Batam (Gokepri.com) – Megaproyek Jembatan Batam-Bintan akan menyedot anggaran negara Rp3,4 triliun. Hanya sanggup membiayai 30 persen dari nilai taksiran proyek, sisanya dari kocek swasta.
“Pemerintah hanya menanggung pembangunan jembatan sepanjang 2,134 kilometer. Dari Kabil, Kota Batam – Tanjung Sauh,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa saat meninjau landing point pembangunan Jembatan Batam Bintan di Teluk Sasah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (23/4).
Kesanggupan anggaran itu membuat pemerintah tidak punya pilihan lain selain mengajak swasta membangun dan mengelola proyek mercusuar tersebut.
Pemerintah sudah menyiapkan anggaran pembangunan jembatan Batam Bintan sebesar Rp3,4 triliun. Suharso menyampaikan bahwa anggaran tersebut tidak mencukupi untuk membangun jembatan penghubung Pulau Batam dan Pulau Bintan dengan total panjang 7,685 kilometer.
Sementara sisa jembatan sepanjang 5,561 kilometer, dari Tanjung Sauh – Pulau Buau – Bintan bakal ditawarkan kepada pihak swasta atau investor.
Oleh karena itu, katanya, proyek strategis nasional itu baru akan dibangun secara keseluruhan setelah ada investor yang bersedia menanggung pembiayaannya. “Pembangunannya memakai skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU),” imbuhnya.
Politisi PPP itu optimis proyek jembatan Batam Bintan mulai dibangun tahun 2022 atau 2023. Saat ini Pemerintah Pusat sedang merampungkan DED menuju tahap pelelangan.
Namun, Suharso belum mengetahui secara detail nilai lelang proyek jembatan Batam Bintan tersebut.
“Mudah-mudahan sebelum 2024, jembatan ini sudah terbangun,” sebut Suharso.
Lebih lanjut, ia yakin jembatan Batam Bintan memberikan efek pertumbuhan ekonomi yang besar bagi daerah Kepri maupun nasional. Berdasarkan laporan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, diprediksi akan ada sekitar 7.000 kendaraan yang melintasi jembatan tersebut per hari.
Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan optimisme pembangunan jembatan Batam Bintan segera terealisasi. Dia juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat.
“Saya yakin dengan datangnya Pak Suharso ke Kepri, jembatan Batam Bintan ini cepat terwujud,” ujar Ansar.
Kepada Menteri Suharso, Ansar turut memaparkan bahwa Pemprov Kepri terus menggesa persiapan pelaksanaan pembangunan jembatan Batam Bintan ini.
Menyangkut permasalahan lahan, katanya, pemprov sudah menyiapkan sekitar Rp50 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan tersebut. “Kami juga berupaya mencari investor demi menyukseskan pembangunan jembatan Batam Bintan,” demikian Ansar.
Dalam kesempatan terpisah, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga tengah melakukan pengkajian teknis dan finansial pada pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Rencananya, pembiayaan pembangunan jembatan tersebut menggunakan skema KPBU. Namun demikian, Pemerintah juga memberi dukungan finansial agar proyek tetap feasible.
“Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, tidak bisa totalitas dibiayai oleh KPBU, tetapi harus ada porsi dibantu oleh pemerintah. Porsi pemerintah sekitar 30%,” ujar Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Marga, Yudha Handita Pandjiriawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/4).
Pada awal 2020, Kementerian PUPR menyatakan dari kajian 2007, proyek Jembatan Batam-Bintan membutuhkan investasi Rp10 triliun-Rp11 triliun. Perkiraan investasi itu memperhitungkan inflasi sejak kajian 2007.
Sementara jelang lelang, Kementerian PUPR menyatakan proyek jembatan Batam–Bintan masuk dalam kategori solicited atau atas prakarsa pemerintah dengan nilai investasi sekitar Rp8,8 triliun. (Can)
|Baca Juga:








