Tanjungpinang (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepri terus mewaspadai masuknya varian baru virus Covid-19, yakni varian Delta. Wakil Ketua Harian Tim Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri Tjetjep Yudiyana terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
Menurut Tjetjep, varian baru virus Covid-19 Delta ini merupakan varian yang sangat berbahaya. Selain penularannya yang sangat cepat dibandingkan varian lainnya, varian Delta ini juga lebih ganas menyerang kekebalan tubuh atau imun.
“Kita terus meminta masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini guna menangkal terpaparnya akan virus Covid-19,” ujar Tjetjep di Tanjungpinang, Selasa (22/6/2021).
Tjetjep mengatakan, selain memiliki gejala-gejala umum seperti virus Covid-19 biasa pada umumnya, virus Covid-19 Delta juga memiliki gejala-gejala tambahan. Seperti gangguan sistem pendengaran, gangguan hati, gangguan pada saluran pencernaan, sehingga bakal mengakibatkan pembekuan darah, serta penyebarannya yang mampu 60 kali lebih cepat dibandingkan varian biasa.
“Hal ini yang dikhawatirkan, jika masuk, dapat menimbulkan lonjakan kasus Covid-19 besar seperti yang terjadi di Kudus dan Madura beberapa waktu lalu,” katanya.
Dia mengatakan, varian baru virus Covid-19 Delta ini mampu menurunkan efektivitas vaksinasi Covid-19 yang diterima masyarakat. Misalnya, vaksinasi Covid-19 yang diterima masyarakat efektivitasnya 70 persen, dikarenakan varian Delta ini dapat menurunkan efektivitas vaksinasi Covid-19 sebesar 20 persen.
“Sehingga efektivitas menjadi 50 persen. Apalagi untuk mereka yang tidak divaksinasi, sangat berbahaya sekali,” ujar Tjetjep.
Untuk itu, Tjetjep tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk tidak abai dan lengah akan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19. “Manfaatkan vaksinasi Covid-19 yang diberikan pemerintah untuk melindungi diri dan orang lain di sekitar kita dari penyebaran Covid-19,” tambahnya.
Sesditjen dan Plt. Dirjen P2P Kemenkes, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 pasca libur panjang lebaran 2021 sudah melewati kondisi pasca libur natal 2020 dan tahun baru 2021 lalu. Selain dipengaruhi oleh varian baru Delta yang pertama kali muncul di India, kondisi ini utamanya disebabkan melemahnya protokol kesehatan 3M di kalangan masyarakat.
“Sebenarnya meskipun ada varian baru Covid-19, apabila masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobiltas, dan menjaga kebersihan, kita bisa mengendalikan pandemi ini,” paparnya pada Dialog Produktif Rabu (23/6).
Baca juga: Kompak Vaksinasi dan Taati Prokes, Kunci Tangani Pandemi
“Kita perlu mengingatkan terus kepada masyarakat bahwa kerugiannya sangat luar biasa apabila kita jatuh sakit karena Covid-19. Selain berakibat vatal, pelayanan kesehatan baik fasilitas maupun tenaga kesehatan kita ada batasnya,” tambah Dr. Maxi. (zak)









