Kompak Vaksinasi dan Taati Prokes, Kunci Tangani Pandemi

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meninjau vaksinasi Imam Masjid, Mubaligh, Guru TPQ, dan Kementerian Agama di Masjid Sukajadi Batam, Rabu (23/6/2021).
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meninjau vaksinasi Imam Masjid, Mubaligh, Guru TPQ, dan Kementerian Agama di Masjid Sukajadi Batam, Rabu (23/6/2021).

Batam (gokepri.com) – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, tidak henti-hentinya menggalang kekompakan seluruh elemen masyarakat untuk bersama menangani pandemi Covid-19. Hal ini ia sampaikan di berbagai lokasi saat memantau pelaksanaan vaksinasi.

“Kita harus kompak tangani pandemi ini, agar aktivitas segera normal kembali dan ekonomi bangkit lagi,” ucap Rudi saat meninjau vaksinasi Imam Masjid, Mubaligh, Guru TPQ, dan Kementerian Agama di Masjid Sukajadi Batam, Rabu (23/6/2021).

Hari ini, Rudi mengawali peninjauan vaksinasi dosis pertama untuk masyarakat umum di Perumahan Mitra Raya. Kemudian meninjau vaksinasi dengan target yang sama di di Mal Botania 2, lalu menuju Masjid Sukajadi.

HBRL

Rudi menyebutkan, karena pandemi, segala aktivitas menjadi terganggu. Alhasil, ekonomi masyarakat terdampak. Begitupun pembangunan daerah menjadi terhambat. Karena pendapatan daerah terganggu, pemerintah mau membantu masyarakat juga terbatas.

“Untuk itu, kenapa saya kejar betul vaksinasi ini. Saya ingin Batam segera bebas dari Covid-19 dan semuanya menjadi normal lagi,” imbuhnya.

Seperti telah dicanangkan, Batam menargetkan 70 persen warga Batam tervaksin hingga Juli mendatang. Kini kemajuan vaksinasi cukup baik, keadaan ini diyakini dapat memuluskan capaian target tersebut.

“Sebenarnya 70 persen ini target minimal, semasih ada vaksin kita akan suntikkan,” kata Rudi.

Rudi berharap warga yang memenuhi syarat divaksin, namun belum mengikuti vaksinasi agar mengikuti vaksinasi dengan mendatangi lokasi-lokasi penyelenggara vaksinasi.

“Yang sudah divaksin tolong sampaikan ke saudara maupun kenalannya yang belum vaksin. Dan jangan lupa walaupun kita sudah divaksin, prokes (protokol kesehatan) jangan diabaikan,” katanya.

Pandemi Covid-19 sudah berjalan hampir dua tahun lamanya. Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 ini juga mengalami mutasi dan menimbulkan berbagai varian baru. Dengan mengenali varian virus Covid-19, baik yang baru maupun lama dan memahami gejala serta cara mencegah penularannya, masyarakat bisa menekan lonjakan kasus yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air.

“Virus Covid-19 ini mudah berubah, varian of concern bagi saya itu ada dua, yakni varian Alfa (B.1.1.7) dan Delta (B.1.617). Tetapi di samping mutasi virus, terjadinya lonjakan kasus juga karena adanya kerumunan,” ungkap Prof. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Guru Besar Fak. Kedokteran Hewan Universitas Udayana sekaligus Anggota Tim Pakar Medis Satgas Covid-19, dalam Dialog Publik yang disiarkan FMB9ID_IKP, Selasa (22/6).

“Vaksin Covid-19 sendiri sudah diteliti dan masih efektif melawan varian virus COVID-19 terutama Alfa dan Delta. Saya mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Karena dengan 40-50% cakupan vaksinasi Covid-19 di negara-negara Eropa, mereka sudah berani mengadakan piala Eropa 2021,” imbuh Prof. Mahardika.

Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran juga mengatakan, Covid-19 ini sangat-sangat hebat dampaknya. Apabila kita terinfeksi virus ini, fatal akibatnya, sehingga kita harus benar-benar menghindarinya.

“Selain kita harus disiplin menegakkan protokol 5M, maka untuk melengkapinya kita harus divaksinasi,” katanya.

Baca juga: Amsakar Apresiasi Vaksinasi Berjalan Lancar

Vaksin Covid-19, menurut Prof. Kusnandi, dinilai sudah efektif dalam memberikan tingkat perlindungan yang diperlukan. Kalaupun terinfeksi, jika sudah mendapat vaksinasi, akan mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian bagi pasien Covid-19. Ia berpesan agar masyarakat jangan takut divaksinasi, tapi harus takut dengan virusnya. (zak)

Pos terkait