Tanjungpinang (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan penurunan angka Stunting menjadi zero (nol) Stunting pada 2024.
“Saat ini penurunan angka Stunting menjadi perhatian serius kami,” ujar Ketua TP PKK Kepri Dewi Dewi Kumalasari mengulang apa yang dikatakan Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan stunting tidak hanya menghambat tumbuh kembang anak karena kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama tetapi juga bisa menghambat kemajuan pembangunan mensejahterakan masyarakat.
“Untuk itu berbagai program terus kami gesa mulai dari pendampingan, gerakan makan ikan, dan kampanye jangan nikah usia muda, jangan dekat jarak kelahiran dan jangan lahiran di usia tua,” jelas Dewi usai mengikuti Acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-28 Tahun 2021, sekaligus peluncuran vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan menyusui serta anak 12-18 tahun, Selasa (29/7) secara daring di Graha Kepri Batam.
Menurut Dewi, target kampanye pencegahannya difokuskan pada pulau-pulau terdepan dan terluar. Yangmana, Stunting (kerdil) adalah gagal tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama.
“Saat ini, Kepri menjadi provinsi terbaik kedua kasus stuntingnya setelah Bali. Karena itu, dengan peran semua pihak, target zero stunting bisa dicapai,” ujar Dewi Kumalasari pada acara dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin melalui video Conference tersebut.
Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf mengatakan peringatan Harganas dilakukan pemerintah sebagai usaha untuk mengingatkan masyarakat bahwa pentingnya peran keluarga.
“Semua program stunting dan program pembangunan lainnya tidak akan berhasil jika tidak dibantu dari keluarga,” ungkap Wapres Ma’ruf.
Menurut Ma’aruf , untuk pengendalian stunting di seluruh Indonesia, BKKBN diminta untuk terlibat aktif dan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perguruan tinggi, organisasi sosial kemansyarakatan.
“Semua layanan di lapangan yang dibuat untuk pengendalian stunting harus tepat sasaran dan harus dirasakan langsung bagi sekelompok masyarakat yang menjadi target dengann prioritas utama menurunkan angka Stunting 14 persen pada tahun 2024,” jelas Wapres Ma’aruf Amin lagi. (Can)
|Sumber: Kominfo.kepriprov.go.id








