Kepri Percepat Vaksinasi Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Polsek Lubuk Baja door to door mendata warga yang belum vaksinasi dan pengisian aplikasi vaksinasi Covid-19 dari Kominfo, Kamis (7/10/2021).
Polsek Lubuk Baja door to door mendata warga yang belum vaksinasi dan pengisian aplikasi vaksinasi Covid-19 dari Kominfo, Kamis (7/10/2021).

Tanjungpinang (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus menyasar masyarakat yang belum divaksinasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Penyisiran akan dilakukan ke sejumlah tempat, seperti sekolah dan rumah ke rumah.

“Satgas agar melakukan penyisiran dari rumah ke rumah dengan membawa vaksinator langsung. Kita harus eksodus dengan menggunakan basis kelurahan dan desa,” saran Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam Rapat Satgas Percepatan Vaksinasi, pekan lalu.

Terkait sajian data mengenai vaksinasi, Gubernur meminta agar dilengkapi secara baik. Ia mengungkapkan bahwa nantinya data yang didapatkan akan membuat program vaksinasi menjadi terarah dan terukur terkait capaian vaksinasi 100 persen.

“Untuk masyarakat nanti tetap diupayakan vaksinasi massal, tapi lebih baik vaksinasi menyisir rumah ke rumah lebih efektif,” katanya.

Satgas Covid-19 Kepri mencatat sudah sebanyak 1.313.506 warga Kepri yang mendapat suntikan dosis pertama hingga 12 Oktober 2021. Jumlah ini setara dengan 83,08 persen dari target sasaran.

Sementara dosis kedua sudah menyasar 933.694 orang atau sebanyak 59,06 persen yang disuntik. Sebanyak 75,93 tenaga kesehatan di Kepri pun sudah mendapatkan suntikan booster.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate juga mengungkapkan upaya pemerintah untuk mempercepat vaksinasi, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru.

“Vaksinasi tidak boleh mengendur. Justru saat kasus positif Covid-19 tengah rendah, vaksinasi harus ditingkatkan,” ujarnya sebagaimana dilansir laman Satgas Penanganan Covid-19, Rabu (13/10/2021).

Menurut Johnny, fokus pemerintah adalah mempertahankan kasus aktif serendah mungkin dalam waktu yang lama dengan penurunan kasus yang konsisten. Pemerintah juga terus mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan evaluasi PPKM yang dilakukan secara periodik, lanjutnya, peningkatan kasus Covid-19 berpotensi terjadi setelah acara keagamaan atau liburan. “Hal ini karena mobilitas masyarakat meningkat tajam dan pergerakan massa yang signifikan tidak terelakkan,” ujarnya.

Menkominfo Johnny memaparkan, pemerintah juga telah menyiapkan strategi antisipasi Covid-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Salah satunya dengan memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat.

“Pemerintah juga mendorong percepatan program vaksinasi untuk remaja. Tujuannya adalah agar jika terjadi gelombang berikutnya, angka kematian dan perawatan rumah sakit dapat ditekan. Harapannya pada saat liburan Natal dan Tahun Baru imunitas sudah terbentuk,” katanya. (zak)

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Batam Tembus 761 Ribu Orang

BAGIKAN