Jakarta (gokepri.com) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap potensi lonjakan kasus positif Covid-19 pasca-lebaran Idul Fitri di delapan provinsi. Di antaranya Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau (Kepri), Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur.
“Ini yang harus menjadi perhatian kami, pemerintah pusat dan harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kepada gubernur, bupati dan wali kota, tolong ini dijaga,” ujar Menkes Budi dalam keterangan pers usai rapat terbatas pada pekan lalu.
Menurut Menkes Budi, 8 daerah tersebut mengindikasikan peningkatan keterisian ruang perawatan dan ruang ICU khusus Covid-19. Disamping aktif melakukan pendataan kapasitas RS, Kemenkes saat ini juga berupaya keras untuk menjaga ketersediaan obat-obatan serta oksigen di seluruh tanah air agar tidak terjadi kekosongan.
“Kalaupun ada kekurangan, pihaknya mengimbau kepada daerah untuk dapat menyampaikannya ke Kemenkes agar bisa segera diupayakan untuk dipenuhi,” ujarnya.
Melihat data perkembangan kasus sebelumnya bahwa selalu terjadi tren lonjakan kasus Covid-19 pasca libur panjang, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersiap melakukan sejumlah langkah antisipasi. Antara lain dengan mendata seluruh kapasitas tempat tidur di seluruh faskes di Indonesia, pendataan farmasi dan alat kesehatan, serta melakukan pendampingan ketat pada daerah yang terindikasi terjadi tren kenaikan kasus.
“Tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk. Saya merasa dan berharap InsyaAllah ini tidak terjadi, tetapi kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget. Sejak Januari yang penting diantisipasi adalah kesediaan tempat tidur RS, kesiapan obat-obatan, dan fasilitas lainnya yakni oksigen,” kata Menkes.
Secara keseluruhan, berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 390 ribu unit. Di mana 70 ribu di antaranya digunakan untuk pelayanan Covid-19. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 sekitar 23 ribuan.
Sementara untuk ruang ICU, secara nasional ada sekitar 22 ribu, yang diperuntukkan untuk Covid-19 sebanyak 7.500 unit. Dengan tingkat keterisian ICU sekitar 2.500.
“Kapasitas RS dan ICU yang kita miliki, itu masih 3 kali lebih besar dibandingkan yang kita dedikasikan untuk Covid-19,” terangnya.
Dari kalkulasi ini, Menkes memperkirakan masih ada ketersediaan tempat tidur hingga 2 kali lipat untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19, terutama pasca libur lebaran 2021. Juga apabila terdapat kekurangan permintaan tempat tidur maupun ICU, pihaknya siap melakukan relaksasi dengan mengonversi RS menjadi RS khusus Covid-19.
Baca juga: Kasus Covid-19 di 5 Provinsi Naik Tajam, Kepri Tertinggi
“Sejumlah persiapan telah kita lakukan. Saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap kosong, tapi kalau ada setidaknya kita sudah melakukan persiapan,” kata Menkes. (wan)







