Erupsi Anak Krakatau, Mendagri Izinkan Pemda Terapkan WFH

erupsi Anak Gunung Krakatau
Tangkapan layar - Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Minggu (6/9/2026).

JAKARTA (gokepri) – Aktivitas warga di wilayah terdampak erupsi Anak Krakatau dapat disesuaikan ketika kondisi mulai mengancam kesehatan dan keamanan. Pilihannya mencakup pengurangan kegiatan publik, penyesuaian transportasi, pembelajaran, hingga kerja dari rumah bagi ASN.

Ruang penyesuaian itu diberikan kepada pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi di wilayah masing-masing. Pemerintah pusat telah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi Banten, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Selatan.

Dari tingkat provinsi, koordinasi kemudian diteruskan kepada pemerintah kabupaten dan kota yang berpotensi terdampak. Pemerintah daerah di tingkat tersebut menjadi ujung tombak penanganan apabila aktivitas erupsi mulai berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

Baca Juga: 251 Penerbangan Lion Group Batal akibat Erupsi Anak Krakatau

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah daerah dapat merespons sesuai tingkat risiko yang dihadapi masyarakat. “Kalau memang ada potensi yang akan berpengaruh berbahaya untuk kesehatan, untuk keamanan, maka sektor lain, publik termasuk juga kegiatan masyarakat dapat dilakukan respons,” kata Tito dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Respons tersebut tidak selalu berarti menghentikan seluruh kegiatan. Pemerintah daerah dapat mengalihkan atau mengurangi aktivitas tertentu ketika situasi dinilai masuk kategori darurat.

Transportasi menjadi salah satu sektor yang dapat disesuaikan apabila kondisi di lapangan mengharuskannya. Penyesuaian dapat mencakup sistem transportasi jalan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Kegiatan belajar mengajar juga masuk dalam ruang penyesuaian tersebut. Artinya, pemerintah kabupaten dan kota dapat merespons kondisi setempat apabila aktivitas erupsi mulai mengganggu keamanan maupun kesehatan warga.

Skema serupa berlaku bagi aparatur sipil negara yang bekerja di wilayah terdampak. Pemerintah daerah dapat menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) jika kondisi lingkungan dinilai mengganggu kesehatan dan keamanan ASN.

Penerapan WFH pun tidak harus berlaku bagi seluruh pegawai. Tito menyebut pemerintah daerah dapat menerapkan skema parsial, misalnya 50 persen pegawai bekerja dari rumah, dengan tetap mempertimbangkan sektor-sektor esensial.

Kebijakan tersebut menjadi relevan karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada dalam status Level III atau Siaga. Meskipun episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam telah berakhir, aktivitas gunung api itu tetap dipantau.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Status Siaga tetap berlaku setelah episode erupsi tersebut berakhir.

Berdasarkan informasi Magma Indonesia pada Senin (7/9/2026) pukul 06.00 WIB, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Kondisi gunung tertutup kabut dengan tingkat 0-III, sementara asap kawah tidak teramati.

Cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan dengan angin lemah hingga sedang menuju barat laut. Dalam kondisi tersebut, masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tetap dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Status Siaga juga masih berlaku di sejumlah gunung api lain di Indonesia. Pada Senin pagi, ESDM mencatat Gunung Sinabung, Semeru, Merapi, dan Lewotobi Laki-laki juga berada pada Level III.

Gunung Sinabung di Sumatera Utara terpantau tertutup kabut 0-III, dengan asap kawah utama berwarna putih setinggi sekitar 100-300 meter dari puncak. Cuaca di sekitar gunung mendung hingga hujan dengan angin lemah menuju timur.

Gunung Semeru yang berada di Jawa Timur juga berstatus Siaga. Gunung tertutup kabut 0-III, asap kawah tidak teramati, sementara cuaca mendung hingga hujan dengan angin lemah menuju barat daya.

Status serupa berlaku untuk Gunung Merapi yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Gunung tertutup kabut 0-III, asap kawah tidak teramati, cuaca mendung, dan angin tenang menuju utara.

Adapun Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur terpantau dari kondisi terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-I. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. ANTARA

Baca Juga: Empat Gunung Api Erupsi dalam Sehari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait