Kepemimpinan Ansar-Marlin Mengkhawatirkan

Kepemimpinan Ansar Marlin
Presiden Joko Widodo melantik Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina di Istana Negara, 25 Februari 2021. Foto: istimewa

BATAM (gokepri.com) – Kualitas kepemimpinan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri diuji. Menyisakan masa jabatan 15 bulan lagi, hubungan keduanya semakin dingin dan tak segendang seirama memimpin Kepri.

Alih-alih saling melengkapi, Ansar dan Marlin justru terjebak dalam situasi berkompetisi. Ansar secara terbuka menuding Marlin kampanye politik dengan mengunjungi sekolah-sekolah. Gaya komunikasi Ansar tersebut mengungkap ada yang salah dengan hubungan nahkoda Kepri. Bahkan Ansar dan Marlin semakin jarang saling berbicara dan tegur sapa. Komunikasi kepala daerah ini hanya melalui sambungan telepon.

“Seharusnya kedua kepala daerah ini duduk bersama membahas kemajuan Kepri dan kepentingan masyarakat,” ujar Dosen Sosial Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Alfandri, Jumat 11 November 2022.

HBRL

Baca Juga: Lika-Liku Perjalanan Ansar dan Marlin ke Dompak

Pengamat kebijakan publik itu pun menilai harus ada pembenahan terhadap kedua pemimpin di Kepri ini. Ia melihat kualitas kepemimpinan Ansar dan Marlin sama saja, karena keduanya kental berkampanye alih-alih saling melengkapi sebagai kepala daerah, berbagi tugas dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Ia melihat apa yang dilakukan Marlin yakni kampanye juga dilakukan Ansar Ahmad. “Kualitas pemimpin Kepri saat ini sama-sama bobrok. Dua-duanya kampanye, masyarakat harus cerdas,” sebut dia. “Kedua pemimpin ini sama-sama punya pasukan untuk membunuh karakter. Mereka punya tim sendiri, mereka berdua ini tak bertanggung jawab.”

Untuk diketahui, masa jabatan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri hanya tiga tahun. Masa jabatan mereka berakhir pada 25 Februari 2024.

Keduanya diyakini memiliki langkah politik selanjutnya. Ansar tampaknya akan maju lagi sebagai gubernur Kepri, sedangkan Marlin sudah mengumumkan berniat maju sebagai calon wali kota Batam 2024.

Tudingan Kampanye

Kunjungan Marlin ke sekolah-sekolah memantik protes dari Ansar Ahmad. Ansar menuding Marlin melakukan kampanye alih-alih menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur Kepri. Ia secara terbuka mengkritik Marlin.

Dalam kesempatan wawancara di Batam pada Jumat 11 November 2022, Ansar menyatakan permintaan agar Marlin berhenti melakukan kunjungan ke sekolah untuk alasan apapun. Menurut dia, selama ini kedatangan Marlin ke sekolah hanya untuk melakukan kampanye.

“Kalau mau ke sekolah lapor dulu. Karena kami sudah lihat secara vulgar malah kampanye di sekolah. Kalau datang untuk kasih motivasi tidak masalah,” kata Ansar saat ditemui di bilangan Batam Center.

Mantan Bupati Bintan itu menyarankan, lebih baik Wagub Marlin menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi ketimbang menjual nama Wakil Gubernur untuk kampanye di sekolah. Ansar menyebut, Marlin sudah hampir setahun jarang berada di kantor.

“Kalau bisa, mending Ibu Marlin bantu sayalah di kantor Gubernur. Nanti alasannya tak diberi tugas. Saya pertegas lagi bahwa undang-undang otonomi daerah itu sudah mengatur tugas gubernur dan wakilnya. Tugas wakil gubernur itu di bidang pengawasan pembinaan dan lainnya,” papar Ansar. “Ibu Wagub juga jarang ke kantor. Tugasnya hanya berkampanye-kampanye begitu. Kalau beliau menggunakan fasilitas pemerintah ke mana-mana kewajibannya tolong dipenuhi jangan haknya aja. Dari pada begitu (kampanye) mending bantu saya di kantor,” kata dia.

Ansar mencontohkan masih banyak keluhan masyarakat soal layanan kesehatan di Rumah Sakit Provinsi Kepri atau pengentasan kemiskinan. “Seharusnya Wagub Marlin bisa kesana karenakan OPD kita ini perlu evaluasi,” kata dia.

Ansar juga menyingung soal potensi Provinsi Kepri bisa mendapat Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dari pemerintah pusat lebih banyak jika kepala daerah bisa kompak.

Ansar mengaku ketidakharmonisan hubungannya dengan Wagub Marlin sangat mempengaruhi hal itu. “Saya ke Jakarta melakukan pendekatan dengan berbagai kementerian. Itu tidak cuma-cuma,” kata Ansar.

Menurut dia, selama ini ia sendiri yang melakukan lobi dengan Pemerintah Pusat agar APBN bisa didapat. Lalu, ia juga yang melakukan pekerjaan di Kepri tanpa ada bantuan dari sang Wakil. “Berbeda dengan Marlin yang melakukan lobi ke sekolah untuk kampanye,” kata dia.

Ansar menyebut selama ini sudah banyak melakukan pendekatan dengan kementerian agar bisa mendapat APBN lebih. Mantan Bupati Bintan itu juga merincikan hasil kerjanya.

Pertama, bantuan APBN Pulau Penyengat senilai Rp15 miliar, kedua, bantuan DAK dari Kementerian Kesehatan senilai Rp107 miliar, ketiga, bantuan dari Kementerian Perhubungan senilai Rp38 miliar, bantuan dari kementerian PU senilai Rp120 miliar dan masih banyak lagi.

“Banyak peluang di pusat yang bisa kita kejar. Tugas di dalam harusnya bisa ibu Wagub jadi tak perlu bicara di mana-mana tak dikasih kerja ini itu. Sudah ada undang-undang yang menjamin tugas dan tanggungjawabnya,” kata dia.

Ansar juga menyingung soal, ketidakhadiran Wagub Marlin ke kantor selama setahun belakangan. “Bu Marlin ke kantor lah datang. Kita diskusi, ini jarang datang, kalau hanya keliling mengkampanyekan ini itu ya di mana tangungjawabnya,” kata dia.

Baca Juga: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait