Kehadiran Siswa Ikut PTM Hampir 100 Persen, PBM Hari Kedua Berjalan Lancar

Guru SMPN 6 Batam menjelaskan pada salah seorang siswa yang kurang paham terhadap materi yang diajarkan saat PTM berlangsung pada hari kedua. Kamis (23/9).
Guru SMPN 6 Batam menjelaskan pada salah seorang siswa yang kurang paham terhadap materi yang diajarkan saat PTM berlangsung pada hari kedua. Kamis (23/9).

Batam (gokepri) – Sudah dua hari penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan jenjang SD dan SMP berjalan lancar.

Baik guru dan siswa selama dua hari mengikuti PTM tidak diketemukan kendala apapun dan kehadiran hampir mencapai 100 persen. Bahkan siswa terlihat semangat dan gembira saat proses belajar mengajar (PBM) berlangsung.

Seperti kegiatan PBM dilakukan di SMPN 6 Batam, antusiasme juga terlihat pada para siswa di dalam kelas yang di pola dua sesi dengan formasi perkelas hanya diisi sekitar 10 hingga 20 siswaan.

“Senang sekali om bisa PTM karena sudah bosan daring terus, apalagi saya kelas 7 belum pernah masuk sekolah saat PTM dibuka girang banget bisa ketemu kawan baru,” ujar Aditya Rizky.

Menurut Waka Kurikulum SMPN 6 Batam, Wiartis MPd, selama 2 hari proses PTM dalam kelas berjalan lancar, dan kehadiran siswa mencapai 95 persen, until siswa 5 persen lagi dilayani melalui PJJ daring.

Terkait penerapan protokol kesehatan ditegaskan Wiartis di sekolahnya cukup ketat, dan telah sesuai dengan 6 ceklist disyaratkan oleh SKB 4 menteri.

“kita juga telah kerjasama dengan pihak puskesmas apabila nanti ditemukan siswa sakit. Begitu pula kepada orang tua siswa, kita selalu mengingatkan agar di rumah bisa diawasi, karena di sekolah telah menerapkan prokes cukup ketat saat siswa berada di lingkungan sekolah,” katanya.

Sementara orang tua siswa cukup senang anaknya bisa sekolah lagi. Mereka percaya protokol kesehatan diterapkan di sekolah cukup ketat. Karena bila anaknya daring terus merasa kasian sudah bosan.

“Iya anak katanya bosan daring terus banyak materi yang kurang dipahami tidak bisa bertanya pada guru kalau PPJ daring itu. Saya percaya prokes diterapkan sekolah cukup bagus,” ucap Suarno orang tua siswa. (aat)

BAGIKAN