Kecelakaan Kerja Marak di Batam, DPRD Desak Disnaker Perketat Izin K3

pengangguran di batam 2023
Galangan kapal Marcopolo di Batam, Kepulauan Riau. Foto: Edwin Koo/Bloomberg

BATAM (gokepri) – Angka kecelakaan kerja di Batam kian mengkhawatirkan. Dalam dua bulan terakhir, delapan pekerja meninggal dunia di berbagai sektor industri.

Kasus terbaru menimpa karyawan PT PLTGU Tanjunguncang, Rudi Antoro Bin Suyono (44), Jumat, 12 September 2025. Ia tersengat listrik saat memperbaiki pipa GLP menggunakan gerinda di lubang galian sedalam dua meter. Rekan korban yang panik sempat memberi pertolongan pertama sebelum membawanya ke Puskesmas dan RSUD Embung Fatimah. Namun, nyawa Rudi tak tertolong. “Korban dinyatakan meninggal dunia pukul 15.38 WIB,” kata Humas RSUD Embung Fatimah, Elin.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Surya Makmur Nasution, menilai insiden demi insiden ini menjadi peringatan serius bagi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). “Kalau masih terjadi kecelakaan kerja, itu berarti ada kelalaian,” ujarnya, Senin, 15 September 2025. Ia menegaskan izin K3 seharusnya berbasis kajian ketat agar pekerja terlindungi.

HBRL

Surya makmur nasution
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Surya Makmur Nasution. GOKEPRI/MUHAMMAD RAVI

Menurut Surya, keselamatan kerja tidak boleh dipandang sepele. “Perusahaan harus menyediakan sarana kerja yang aman. Tidak boleh abai,” katanya. Komisi IV berjanji mendorong Disnaker memperkuat pengawasan, terutama di sektor rawan seperti galangan kapal, industri berat, dan pembangkit listrik.

Surya mendesak evaluasi rutin terhadap fasilitas kerja agar tragedi serupa tidak terus berulang. “K3 bukan untuk mempersulit usaha, tapi melindungi pekerja,” katanya.

Dalam dua bulan terakhir, delapan pekerja di Batam meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di berbagai sektor. Mulai dari proyek bangunan hingga galangan kapal.

Lima insiden besar terjadi sepanjang Juni hingga Agustus 2025 yakni pada 16 Juni 2025 seorang karyawan vendor PT BBJMU, J (27), terjatuh saat memperbaiki kontainer di PT Batamindo Service Sinindo (BSS), Mukakuning, Sei Beduk.

Pada 17 Juni 2025, buruh bangunan H (52) tewas setelah terjatuh dari lantai 7 proyek pertokoan Palm Spring, Batam Center. Katrol yang digunakan diduga terlepas bersama alas pijakan korban.

Kemudian 24 Juni 2025, kebakaran kapal tanker CPO Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, menewaskan empat pekerja: Gunawan, Berkat Setiawan Gulo, Hermansyah Putra, dan Janu. Empat pekerja lainnya mengalami luka berat, serta satu luka ringan.

Lalu 5 Agustus 2025, operator forklift SST (31) tewas tertimpa plat besi di PT Sumber Samudra Makmur, Batuampar. Selanjutnya, 7 Agustus 2025, pekerja MRM (21) ditemukan meninggal dengan mesin gerinda di atas tubuhnya saat menghaluskan bagian tangki kapal di PT Marine Shipyard, Tanjunguncang. Polisi masih menyelidiki kemungkinan korban tersengat listrik.

Baca Juga: Kecelakaan Kerja Masih Sering Terjadi, Budaya K3 Belum Mengakar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait