Kavling Senjulung Banjir Tiap Hujan Deras, Warga Mengeluh

kavling senjulung banjir
Kondisi rumah warga di kavling Senjulung tiap kali hujan deras. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Warga Kavling Senjulung di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam mengeluhkan kondisi wilayah mereka yang selalu terendam banjir setiap kali hujan deras.

Masalah ini sudah berlangsung selama beberapa tahun, namun hingga kini belum ada solusi yang efektif dari pihak berwenang.

Salah satu warga, Ahmad Ridwan, mengatakan setiap hujan deras, air menggenang hingga masuk ke dalam rumahnya.

Baca Juga: Batam Sering Banjir, Amsakar: Drainase Masih Tahap Pembangunan

“Kami sudah sering mengadu ke pihak terkait, tapi sampai sekarang belum ada tindakan yang nyata. Banjir ini sangat mengganggu dan merusak barang-barang di rumah kami,” ujarnya, Minggu 23 Juni 2024.

Banjir yang melanda kawasan ini tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga menimbulkan masalah kesehatan.

Warga lainnya, Siti Aisyah, mengatakan lingkungan yang selalu basah dan tergenang air meningkatkan risiko penyakit. “Anak-anak sering sakit kulit dan demam. Kami sangat khawatir dengan kondisi ini,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin pun menyayangkan wilayah dapilnya yang terdampak banjir.

“Dari tadi malam Batam hujan deras, saya mendengar aspirasi masyarakat yang terkena banjir. Bahkan para warga belum bisa tidur nyenyak hingga saat ini,” kata dia.

Menurut dia, permasalahan banjir disebabkan oleh pematangan lahan yang dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pematangan lahan itu, kata Wahyu tidak melihat kondisi pemukiman warga sekitar.

“Pematangan lahan ini menyempitkan drainase,” kata dia.

Ia berharap pemerintah bisa memperlebar dan memperdalam drainase ini. Seharusnya drainase yang diatasi terlebih dahulu baru pematangan lahan dilakukan.

“Tindaklanjutnya kami akan menyurati BP Batam dan menanyakan Amdal-nya seperti apa. Selanjutnya kami akan menyurati kelurahan. Harusnya pemerintah memikirkan masyarakat yang ada di hulunya. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu,” paparnya.

Ia meminta Pemerintah Kota Batam bisa menurunkan alat berat untuk normalisasi drainase dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro