Kabel Internet Indonesia dan Singapura Saling Bergantung

Internet singapura indonesia
Menteri Komunikasi & Digital RI Meutya Hafid saat sesi pembukaan Bali Tech Week 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026). Foto: Kementerian Komunikasi dan Digital

Meutya Hafid merespons unggahan Calvin Cheng soal pemutusan internet. Kabel laut juga penting bagi Singapura.

JAKARTA (gokepri) – Ketergantungan konektivitas internet Indonesia pada Singapura kembali menjadi sorotan setelah mantan anggota parlemen Singapura menyinggung kemungkinan pemutusan jaringan. Pemerintah Indonesia mengingatkan bahwa kabel komunikasi bawah laut yang terhubung ke Singapura juga melewati perairan Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid merespons pernyataan Calvin Cheng Ern Lee dengan mengingatkan posisi strategis Indonesia dalam jaringan kabel laut regional. Menurut Meutya, gangguan pada jalur tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak besar bagi konektivitas Singapura.

Meutya menyatakan sebagian besar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura melewati perairan Indonesia. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap pernyataan yang memicu polemik tersebut.

“Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,” kata Meutya melalui akun Instagram pribadinya, dikutip pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Baca Juga: Ketergantungan Internet Indonesia pada Singapura

Meutya juga menyebut gangguan pada jalur kabel laut itu berpotensi melumpuhkan 80 persen kapasitas konektivitas Singapura. Infrastruktur digital kedua negara memiliki keterkaitan strategis.

Selain jalur kabel, Meutya menyoroti besarnya pasar internet Indonesia. Ia menyebut jumlah penduduk Indonesia 47 kali lebih besar daripada Singapura dan menyatakan 267 juta masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet.

“Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,” ujarnya.

Menurut Meutya, besarnya pasar Indonesia menjadi salah satu daya tarik bagi investor perusahaan teknologi global. Ia menilai infrastruktur digital perlu dijaga bersama karena menopang konektivitas yang melampaui kepentingan kedua negara.

Ads bp batam 2026 baru

“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global,” kata Meutya.

Polemik Gas Merembet ke Internet

Polemik ini bermula dari unggahan Calvin Cheng melalui akun media sosial X, @calvinelcheng, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Mantan anggota parlemen Singapura itu mengunggah infografis berjudul “Indonesia’s Internet Dependence on Singapore”.

Infografis tersebut mengklaim sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia terhubung melalui Singapura. Klaim itu menempatkan Singapura sebagai gerbang utama konektivitas global Indonesia melalui infrastruktur pusat data, layanan komputasi awan (cloud), dan kabel bawah laut.

Calvin menyertai infografis itu dengan pertanyaan singkat, “Cut?” atau “Potong?”. Unggahan tersebut memicu perhatian publik karena mengangkat kemungkinan pemutusan akses internet Indonesia melalui jalur yang terhubung ke Singapura.

Namun, Calvin kemudian menegaskan bahwa Singapura tidak akan memutus jaringan tersebut. Ia menyatakan negaranya tetap mematuhi hukum dan tidak akan mengambil langkah semacam itu.

“Kami adalah orang-orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini,” tulis Calvin.

Pernyataan Calvin muncul di tengah sorotan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia yang mengurangi pasokan gas alam ke Singapura. Persoalan pasokan energi itu turut mewarnai perdebatan mengenai hubungan kedua negara.

Dalam unggahannya, Calvin juga menyinggung kepatuhan dan penghormatan terhadap perjanjian internasional yang mengatur suplai gas. Komentar tersebut menghubungkan polemik kabel internet dengan persoalan kerja sama energi antara Indonesia dan Singapura.

Di tengah polemik itu, Meutya menekankan bahwa infrastruktur digital perlu dijaga demi kepentingan konektivitas global. Jalur kabel laut bukan sekadar urusan satu negara, melainkan bagian dari infrastruktur yang menopang hubungan digital lintas negara. ANTARA

Baca Juga: Cegah Investor Hengkang, DPR Dukung Pengalihan Gas ke Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait