Batam (gokepri.com) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pempinan Daerah (BPD) Kepulauan Riau (Kepri) resmi dikukuhkan yang dilaksanakan secara virtual di Hotel Aston Batam, Sabtu (9/10/2021). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani dan pembacaan SK oleh Sekretaris Jendral PHRI Maulana Yusran.
Ketua PHRI DPD Kepri Jimmi Ho mengatakan, pengurus yang dikukuhkan berjumlah 20 orang. Di antaranya 50 persen dari pengusaha perhotelan, 20 persen dari restoran, dan 30 persen personel.
“Saya dipilih jadi ketua periode 2021-2026 dan akan segara melakukan Rakerda untuk menyusun berbagai agenda, baik jangka pendek dan jangka panjang. Saya sudah ada rencana buat website dan applikasi yang dipergunakan supaya masyarakat dan teman teman mendapatkan informasi kegiatan di hotel dan restoran,” katanya.
Jimmi Ho mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pengusaha yang tergabung dalam PHRI. Ia meminta kerjasama semua pengusaha demi untuk kemajukan PHRI dan untuk membangkitkan pariwisata Kepri.
“Dengan kondisi Kepri yang telah memasuki PPKM level 1, merupakan kesempatan untuk bisa mempromosikan pariwisata Kepri, baik untuk wisatawan domestik dan juga internasional. Akan kita fokuskan ke wisatawan domestik, dengan begitu bisa membangkitkan perhotelan dan juga restoran yang ada,” katanya.
Untuk meningkatkan parwisata, jelas Jimmi Ho, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai asosiasi dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Kepri untuk bisa mengusung promosi dalam satu grup, sehingga bisa semakin kuat.
Ketua umum PHRI, Haryadi Sukamdani berpesan kepada Ketua PHRI BPD Kepri untuk bisa segera mendorong pemulihan ekonomi di Kepri secara cepat dan berkualitas. “Kepri merupakan pintu masuk terbanyak kedua di Indonesia dalam menerima tamu mancanegara, hal tersebut menjadi tantangan untuk bisa kembali memulihkan kondisi ini dengan cepat,” ujarnya.
Gubenur Kepri, Ansar Ahmad yang juga hadir dalam kesempatan tersebut berharap agar PHRI bisa bersinergi dengan tujuan menghidupkan kembali pariwisata Kepri. Dengan kondisi yang semakin membaik, dalam waktu dekat Bali dan Kepri akan kembali membuka penerbangan pariwisata untuk internasional dan kembali membuka pelabuhan internasional seperti Batam Center, Nongsa Pura, dan Sri Bintan Pura.
“Pemprov Kepri telah meminta perubahan syarat penebangan dari swab PCR menjadi swab antigen,” ucap Ansar.
Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana juga hadir memberikan selamat atas pengukuhan PHRI Kepri. Ia berharap PHRI bisa mempromosikan Kepri sebagai tempat wisata.
“Pemprov dan Pemko juga harus berperan agar pulih kembali wisata di Kepri ini,” katanya.
Sekretaris PHRI BPD Kepri, Yeyen Heryawan menambahkan, setelah dilaksanakan pengukuhan ini, program pertama PHRI BPD Kepri yaitu mempromosikan wisata yang ada di Kepri. PHRI akan mempromosikan seluruh wisata yang ada di Kepri ini dan dalam waktu dekat juga menyusun program kerja lainnya.
“Kita juga fokus untuk menerapkan scan QR Code Peduli Lindungi untuk setiap hotel dan restoran yang ada di Kepri. Dengan sudah terlaksananya program Scan QR Code Peduli Lindungi ini, maka akan mempercepat mengatasi pandemi Covid-19 ini agar pariwisata kembali seperti dulu lagi,” katanya. (eri)
Baca juga: Jimmi Ho dan Thimoty Tarman Bersaing Pimpin PHRI Kepri








