Jangan Abaikan Protokol Kesehatan Meski Sudah Divaksin

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau vaksinasi di GOR Temenggung Abdul Jamal.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau vaksinasi di GOR Temenggung Abdul Jamal.

Batam (gokepri.com) – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengajak semua pihak untuk berjuang menangani Covid-19. Menurut Amsakar, hal utama dalam menangani Covid-19 adalah dengan penerapan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Ini yang terus kita sosialisasikan, jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan meski sudah divaksin,” kata Amsakar, kemarin.

Pesan itu disampaikan Amsakar karena masih tingginya pertambahan kasus baru Covid-19 di Batam. Data Gugus Tugas Covid-19 Batam per 17 Juni 2021, tercatat penambahan 131 kasus baru. Penambahan ini menjadikan total kasus positif Covid-19 di Batam tembus 11.386 kasus. Sebanyak 9.944 di antaranya sembuh, 238/ meninggal, dan 1.204 sedang dirawat.

Sementara data dari tanggal 1 sampai 17 Juni, tercatat temuan kasus positif Covid-19 mencapai 2.141 kasus. Jumlah ini sudah melewati angka temuan kasus positif Covid-19 selama Mei 2021 dengan 1.988 kasus.

Kasus positif Covid-19 di Batam sempat melandai pada 13 Juni dengan 63 kasus baru. Namun meningkat lagi dengan adanya penambahan 100 kasus baru pada 14 Juni dan 130 kasus baru pada 15 Juni. Kemudian bertambah lagi 153 kasus baru pada 16 Juni dan 131 kasus baru pada 17 Juni.

Amsakar menegaskan, melawan Covid-19 tak bisa sepihak saja, tapi harus dilakukan bersama-sama. Dengan kesadaran bersama tersebut, maka penanganan Covid-19 akan lebih mudah.

“Protokol kesehatan ini menjaga kita semua dan upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Di tempat berbeda, Sonny B. Harmadi, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 menyampaikan, lonjakan kasus saat ini terjadi karena adanya libur panjang yang diikuti laju perjalanan penduduk yang masif. Ketika mobilitas naik, kepatuhan protokol kesehatannya turun.

“Inilah pemicu utama meningkatnya kasus. Kita sebenarnya pernah berhasil menurunkan kasus pada Februari 2021, dari 176.500 lebih menjadi 87,662 kasus aktif karena kepatuhan protokol kesehatan naik dan mobilitas penduduk turun,” katanya.

Menurut Sonny, Satgas saat ini mempertimbangkan agar tidak lagi ada libur panjang. Selain itu mereka tengah mendorong kepatuhan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya klaster kantor.

“Harus ada upaya keras kita bersama agar tidak terjadi kerumunan. Memakai masker jadi kewajiban. Kemudian ada pembatasan mobilitas dan aktivitas. Karenanya, di zona merah, bekerja di kantor itu dibatasi hanya sampai 25%,” katanya.

Dari sisi tenaga kesehatan, dr. Tirta menyarankan agar pemerintah mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Jadi edukasi bukan dari dokter lagi, tapi dari kader-kader kesehatan di posyandu-posyandu.

“Kader-kader ini harus kita tingkatkan untuk mengedukasi kesadaran masyarakat mengenai penyakit menular seperti Covid-19 ini,” sarannya.

dr. Tirta juga mengimbau masyarakat jangan lengah. Meski sudah divaksinasi, tetap menjaga protokol kesehatan.

Baca juga: Penegakan Protokol Kesehatan akan Terus Dilakukan

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari perjalanan, apalagi bulan depan juga akan ada momen Idul Adha. Jadi kita fokus mencegah agar peningkatan ini tidak terulang kembali di bulan depan,” pungkasnya. (zak)

Pos terkait