Investasi PLTS Terapung di Batam, Ini Kinerja TOBA Semester I/2024

Plts Batam
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) bersama PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menandatangani perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PLN Batam untuk periode 25 tahun di Jakarta, Senin (12/2/2024). Foto: TBS Energi Utama

BATAM (gokepri) – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan peningkatan laba bersih 128,8 persen pada semester I 2024, didukung oleh efisiensi operasional dan investasi dalam energi hijau, termasuk kendaraan listrik dan pembangkit listrik tenaga surya terapung.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan peningkatan signifikan dalam laba bersih sebesar USD40,5 juta dollar pada semester I 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan ketangguhan perusahaan di tengah tantangan global serta komitmen untuk terus berinvestasi dalam peluang masa depan.

Direktur PT TBS Energi Utama Tbk Mufti Utomo menyatakan hasil paruh pertama tahun ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam menghadapi tantangan sambil tetap fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kami fokus mengatasi tantangan saat ini sambil berinvestasi dalam peluang masa depan, baik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Batam maupun dengan memperluas jejak kendaraan listrik kami,” ujar Mufti dalam keterangan pers, Jumat 30 Agustus.

Pertumbuhan laba TOBA ditopang oleh kenaikan EBITDA (earning before interest, tax, depreciation, and amortization) yang disesuaikan, sebesar 67,1 persen menjadi USD83,7 juta. Hal ini terjadi berkat efisiensi operasional dan investasi strategis dalam bisnis hijau.

Portofolio perusahaan yang beragam, termasuk pembangkit listrik tenaga batu bara di Gorontalo dan Sulawesi Utara, juga memberikan stabilitas di tengah fluktuasi harga batu bara.

Selain itu, sektor pengelolaan limbah memberikan kontribusi sebesar USD2,6 juta pada EBITDA.

“Perkembangan ini mengukuhkan komitmen kami dalam beralih ke praktik bisnis yang lebih berkelanjutan,” tambah Mufti.

Pada semester I tahun 2024, TOBA juga mencatat berbagai pencapaian kunci, khususnya dalam sektor kendaraan listrik. Anak perusahaan TBS, Electrum, berhasil meningkatkan jumlah motor listrik yang beroperasi menjadi 2.238 unit, serta memperluas jaringan Battery Swap Station menjadi 192 titik.

Electrum juga berhasil mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen, sehingga model H3 dan H5 memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif pemerintah.

“Pencapaian ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan bukti komitmen TBS untuk mengubah lanskap kendaraan listrik di Indonesia, sejalan dengan insentif pemerintah untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Mufti.

Baca: 

Mufti juga menyebut TBS telah menyelesaikan studi penting untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Batam, yang mencakup uji tanah lepas pantai dan darat serta studi rute transmisi.

Ke depan, TBS tetap fokus pada visinya untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2030, dengan strategi yang dirancang untuk menginvestasikan kembali keuntungan dari operasi bahan bakar fosil ke dalam bisnis hijau yang terus berkembang, termasuk pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait